
INDORAYA – Momen tak biasa terjadi menjelang Hari Raya Iduladha di Kota Semarang. Untuk pertama kalinya, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mengevakuasi seekor sapi kurban yang tercebur ke dalam parit di Jalan Perbalan IV, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, Selasa (26/5/2026) malam.
Peristiwa itu bermula saat sapi kurban yang semula dalam kondisi terikat diduga mengalami stres akibat banyaknya kerumunan warga yang menonton. Tali pengikat terlepas, sapi kemudian kabur dan nahasnya tercebur ke parit sempit di sekitar permukiman warga.
Warga sempat berupaya mengevakuasi sapi secara mandiri. Namun karena ukuran tubuh hewan yang besar serta kondisi parit yang sempit, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Warga akhirnya meminta bantuan Damkar Kota Semarang.
Laporan diterima petugas sekitar pukul 21.30 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, enam personel Damkar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono mengatakan, proses evakuasi berlangsung cukup rumit lantaran ruang gerak petugas sangat terbatas.
“Awalnya sapi dalam kondisi terikat. Namun karena banyak warga menonton, kemungkinan sapi stres lalu talinya terlepas dan kabur sebelum akhirnya tercebur ke parit,” ujar Tantri saat dihubungi wartawan, Rabu (27/5/2026).
Petugas bersama warga kemudian menyusun strategi penyelamatan menggunakan peralatan sederhana berupa tali tambang. Bagian kepala sapi diikat untuk memudahkan proses penarikan, sementara sejumlah warga membantu mendorong tubuh hewan dari bawah agar bisa naik secara perlahan.
“Prosesnya cukup rumit. Petugas dan warga ada yang menarik dari atas, sementara warga lainnya mendorong sapi dari bawah agar bisa naik,” katanya.
Setelah berjibaku sekitar satu jam, sapi kurban tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat sekitar pukul 22.30 WIB. Selama proses berlangsung, petugas juga berupaya menjaga kondisi hewan agar tidak semakin stres dan aman saat dipindahkan.
“Petugas memastikan kondisi hewan tetap aman setelah proses evakuasi selesai dilakukan,” jelasnya.
Tantri menyebut, peristiwa ini menjadi pengalaman pertama bagi Damkar Kota Semarang menangani evakuasi hewan kurban yang tercebur ke parit menjelang Iduladha.
“Peralatan yang kami gunakan hanya tali tambang. Ini juga menjadi pengalaman pertama Damkar Kota Semarang menangani hewan kurban yang masuk ke parit,” tandasnya.



