Ad imageAd image

Permasalahan Kesejahteraan Buruh Tak Kunjung Selesai, Legislator DPRD Kota Semarang: Masalah Klasih dan Harus Diperjuangkan

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 607 Views
2 Min Read
Demo buruh di depan Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, saat peringatan May Day 2024, Rabu (1/5/2024). (Foto: istimewa)

INDORAYA – Kesejahteraan para pekerja atau buruh menjadi isu utama yang selalu disuarakan setiap tahunnya dalam Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo menyebut permasalahan kesejahteraan, itu merupakan masalah klasik yang terus menerus terjadi di Jawa Tengah (Jateng) khususnya Kota Semarang. Sehingga, dia meminta permasalah tersebut perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah.

Selain itu, Rahmulyo juga mendorong para buruh agar terus menyuarakan isu kesejahteraan yang belum kunjung temukan solusi. Apalagi semakin bertambahnya tahun, menurutnya, harga kebutuhan juga ikut meningkat.

BACA JUGA:   Pendaftaran SMKN Jateng Dibuka, Sekolah Gratis Tanpa Biaya, Kuota 777 Siswa

“Permasalahan kesejahteraan kan problem klasik, tiap tahun tidak pernah terselesaikan. Dengan kondisi ini, buruh jangan berhenti meneriakkan soal kesejahteraan. Ketika buruh berhenti bersuara, maka semangat May Day hilang,” ujar Rahmulyo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/5/2024).

Sebagai legislator, Rahmulyo berjanji akan mengawal bersama dengan para buruh terkait p permasalahan tersebut.

“Selagi kesejahteraan belum didapat buruh, saya terus mendukung buruh, kita berjuang bersama,” ungkapnya.

Peringatan Buruh Internasional tahun ini, para buruh di Jateng menyuarakan soal penghapusan Undang -Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang dinilai merugikan buruh.

BACA JUGA:   Jamin Keselamatan Pemudik Lebaran, Dishub Jateng Gencarkan Rump Check Armada Kendaraan

Selain itu juga para buruh meminta pemerintah menghapus outsourcing dan tolak upah murah (Hostum).

Terkait isu tersebut, pria yang akrab disapa RAW ini, mendukung buruh yang terus berjuang soal permasalahan itu.

Terlebih, kata dia, kondisi buruh di Ibukota Jawa Tengah sendiri belum begitu baik dari sisi kesejahteraan.

“Sebagai ibukota provinsi, tentu angka yang didapat tentu sudah melalui pertimbangan semua pihak, baik organisasi buruh, Perusahaan dan pemerintah agar semua fair. Nah, yang jadi problem adalah Ketika harga-harga sejumlah kebutuhan meningkat kemudian upah buruh rendah dan pajak Perusahaan tinggi,” terang pria politisi PDI Perjuangan ini.

BACA JUGA:   Waduh, Garis Pantai Sepanjang 270 Kilometer di Pantura Jateng Kondisinya Kritis

“Semuanya kan saling terkait. Kalau boleh jujur, ini pekerjaan rumah pemerintah untuk tidak menaikkan pajak tinggi kepada Perusahaan agar buruh Sejahtera,” tambah dia.

Melalui peringatan May Day, RAW menilai peringatan tersebut bentuk dedikasi dunia kepada para buruh.

“Harapannya, buruh bisa semangat bekerja dengan kesejahteraan yang baik,” pungkasnya.

Share this Article
Leave a comment