Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Perlindungan Anak Tak Bisa Parsial, Heri Pudyatmoko Dorong Integrasi Lintas Sektor
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Perlindungan Anak Tak Bisa Parsial, Heri Pudyatmoko Dorong Integrasi Lintas Sektor

By Ainun Nafisah
Rabu, 17 Des 2025
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko.
SHARE

INDORAYA — Persoalan perlindungan anak dinilai tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum atau penanganan kasus semata. Dibutuhkan integrasi lintas sektor yang berkelanjutan agar perlindungan anak tidak berhenti pada respons sesaat, tetapi menjadi sistem yang kuat dan pencegahan jangka panjang.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan bahwa isu perlindungan anak menyangkut banyak aspek kehidupan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial, hingga ketahanan keluarga.

“Ketika kita bicara perlindungan anak, itu bukan hanya urusan satu dinas atau satu lembaga. Ini menyangkut cara negara, masyarakat, dan keluarga bekerja bersama,” ungkap Heri.

“Tanpa pendekatan lintas sektor, upaya perlindungan akan selalu tertinggal dari persoalan di lapangan,” lanjutnya.

Heri juga menyoroti masih ditemukannya berbagai persoalan yang berdampak langsung pada anak, seperti kekerasan, eksploitasi, pernikahan usia dini, hingga anak putus sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga.

Menurutnya, persoalan tersebut saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Heri menilai, pendekatan sektoral yang selama ini berjalan cenderung membuat penanganan kasus bersifat reaktif. Padahal, perlindungan anak seharusnya dimulai dari upaya pencegahan yang sistematis.

“Kalau pendidikan berjalan sendiri, kesehatan sendiri, dan perlindungan sosial sendiri, anak justru berada di ruang kosong di antara kebijakan. Di situlah risiko muncul,” jelasnya.

Ia mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, layanan kesehatan, aparat penegak hukum, serta komunitas masyarakat dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang utuh. Termasuk di dalamnya, penguatan peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.

Menurut Heri, pendidikan juga memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesadaran batas diri dan keberanian anak untuk bersuara ketika menghadapi ancaman.

“Sekolah harus menjadi ruang aman, bukan hanya tempat belajar. Begitu juga lingkungan sosial di sekitar anak, harus peka dan tidak permisif terhadap kekerasan,” katanya.

“Perlindungan anak adalah investasi sosial jangka panjang. Kalau kita gagal melindungi mereka hari ini, maka kita sedang menyiapkan masalah sosial di masa depan,” imbuhnya.

Ia berharap, ke depan isu perlindungan anak tidak lagi dipandang sebagai urusan tambahan, melainkan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Anak-anak bukan sekadar penerima kebijakan, mereka adalah masa depan daerah ini. Karena itu, perlindungan mereka harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkas Heri. [Adv]

TAGGED:Heri Pudyatmoko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026
  • Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Pasar Kobong Semarang Dirobohkan Satpol PP Senin, 12 Jan 2026
  • PSI Semarang Panaskan Mesin Pemilu 2029, Targetkan 15 Kursi DPRD Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?