INDORAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sepakat mempererat kerja sama melalui sektor ekonomi.
Hal itu tergambar dalam pertemuan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, dengan perwakilan RRT, Guo Ningning, yang membahas penguatan investasi, perdagangan, dan pendidikan antara kedua wilayah.
Taj Yasin mengatakan, hubungan dagang antara Jawa Tengah dan Tiongkok semakin erat. Hal itu ditandai dengan realisasi investasi dari Negeri Tirai Bambu yang terus meningkat setiap tahun.
Dia memaparkan, investasi RRT di Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Pada 2021 realisasinya mencapai Rp889 miliar, naik menjadi Rp1,97 triliun pada 2022.
Pada 2023 sempat turun menjadi Rp1,59 triliun akibat dampak pandemi Covid-19. Namun pada 2024 melonjak menjadi Rp4,2 triliun, dan hingga menjelang akhir 2025 mencapai Rp7,76 triliun.
Dengan capaian tersebut, Tiongkok menempati urutan kelima investor terbesar di Jawa Tengah, setelah Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan.
“Ini berpotensi menjadi investasi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah dan RRT memiliki hubungan yang saling menguntungkan,” ujarnya, di Kantor Gubernur Jateng, Selasa (25/11/2025).
Ditambahkan, investasi Tiongkok di Jawa Tengah tersebar di lima daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Demak, Jepara, serta Kawasan Ekonomi Khusus Industripolis Batang.
Wagub menambahkan, selain alas kaki dan tekstil, Jawa Tengah memiliki potensi besar pada sektor energi hijau, pariwisata, hingga perikanan. Pada sektor pendidikan, kerja sama dapat diperkuat melalui pemberian beasiswa.
“Insyaallah kami siap mengirim delegasi untuk menghadiri acara maritim di Fujian. Semoga pertemuan ini semakin memperkokoh persahabatan Jawa Tengah–Fujian, dalam pengembangan ekonomi yang inklusif dan saling menguntungkan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan RRT, Guo Ningning, menyambut baik ajakan Pemprov Jateng untuk memperkuat hubungan ekonomi. Dia menyebut, kedatangannya merupakan bagian dari implementasi perjanjian Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan Tiongkok.
“Kedatangan kami untuk meninjau proyek TCTP, mempererat kerja sama sister province Fujian–Jateng, serta mendorong kolaborasi holistik di sektor ekonomi, perdagangan, dan investasi yang saling menguntungkan,” tutup Guo.


