Ad imageAd image

Peringati Hari Lahir Pancasila, Lapas Kelas I Semarang Adakan Drama Kolosal Babad Diponegoro

Panji Bumiputera
By Panji Bumiputera 99 Views
2 Min Read
Suasana narapidana dan petugas Lapas yang melakukan Drama kolosal ini yang bertema "Babad Diponegoro"dilakukan di Aula Kunjungan Joglo Ageng Lapas kelas 1 Semarang, Rabu (01/06/2022) (dok. Titoisnau)

INDORAYA – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh tepat hari ini, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang punya cara tersendiri untuk memperingatinya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapas Kelas I Semarang dilakukan dengan menyelenggarakan Teatrikal Drama Kolosal, Rabu (1/6/2022).

Acara tersebut melibatkan narapidana dan petugas Lapas. Drama kolosal ini mengangkat tema “Babad Diponegoro” yang mengisahkan kehidupan Pangeran Diponegoro sejak lahir hingga menjadi pejuang untuk melawan penjajah kolonial Belanda dengan perang gerilya bersama para pasukannya.

Kalapas Semarang, Tri Saptono Sambudji menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia dan menanamkan nilai-nilai pancasila.

BACA JUGA:   Polda Jawa Tengah Sita 12 Ton Minyak Goreng Ilegal

“Sejarah yang dikemas menarik diharapkan bisa menstimulasi rasa cinta para narapidana terhadap sejarah dan pahlawan,” jelas Tri Saptono.

Tujuannya adalah menjalankan 5 tata nilai Pancasila, mengamalkan Pancasila, mengamankan Pancasila, menghormati lembaga negara, memaknai lahirnya Pancasila dan menjaga persatuan dan kesatuan.

Selain itu, dalam kehidupan saat ini juga menunjukkan bahwa narapidana memiliki semangat perjuangan yang tinggi untuk berperang melawan narkoba.

“Warga binaan kami yang ada disini, punya semangat juang yang tinggi untuk memperbaiki dirinya, dari keterpurukan yang sudah dialami karena terjerumus dalam narkoba,” jelas Kalapas.

BACA JUGA:   Siap-siap, Pemerintah Sedang Kaji Aturan Vaksin Booster Sebagai Syarat Perjalanan

Joko, narapidana yang memerankan tokoh Pangeran Diponegoro mengaku senang dan bersemangat dalam menampilkan pagelaran drama kolosal ini.

“Saya sangat antusias dan mendalami peran tokoh Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah. Ibarat harus menabuh genderang perang dalam melawan narkoba karena narkoba telah merenggut masa depan kami,” ungkap Joko terpidana Narkoba 6 tahun tersebut.

Share this Article