Ad imageAd image

Peringati Hari Hipertensi Sedunia, Warga Magelang Ikut Senam Germas

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 1.1k Views
2 Min Read
Warga Demak ikut senam germas. (Foto: Kota Magelang)

INDORAYA – Ratusan warga Kota Magelang berpartisipasi dalam acara senam germas dan pemeriksaan kesehatan untuk penyakit tidak menular dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia 2024.

Acara tersebut berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Samapta, kompleks Gelora Sanden, Kota Magelang, pada Jumat (17/5/2024).

Wali Kota Magelang M. Nur Aziz menyatakan bahwa hipertensi umumnya muncul pada usia 40 tahun, meskipun beberapa orang bisa mengalami hipertensi sebelum usia tersebut.

Para peserta, yang sebagian besar adalah kaum ibu dan lanjut usia (lansia), mengikuti senam dengan antusias. Kegiatan ini diorganisir oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang dan menjadi momen peluncuran integrasi pelayanan primer di kota tersebut.

BACA JUGA:   Raih Suara Tertinggi DPD Jateng, Gus Yasin Ingin Perhatikan Guru Agama dan Warga Miskin

“Jika sudah terkena hipertensi, anggaplah hipertensi sebagai teman, bukan musuh. Jika dianggap musuh, kita akan stres, yang bisa berdampak pada jantung, gagal ginjal, stroke, dan pengeluaran besar untuk obat,” ujar Wali Kota yang juga seorang dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan ginjal hipertensi.

Menurutnya, hipertensi bisa dikendalikan dengan rutin mengonsumsi obat, bahkan jika sudah terkendali tetap harus meminum obat. Selain itu, penting untuk menjalani gaya hidup sehat dengan pola makan yang baik, mengurangi karbohidrat dan gorengan, serta banyak mengonsumsi buah dan sayur.

BACA JUGA:   14 Juta Orang Diprediksi Berkunjung ke Objek Wisata Jateng Selama Libur Lebaran

“Selain itu, selalu bahagia. Salah satu caranya adalah sering berlibur, tidak perlu jauh-jauh, bisa ke Gunung Tidar, dan lainnya,” tambahnya.

Kepala Dinkes Kota Magelang, Istikomah, menjelaskan bahwa Hari Hipertensi Sedunia diperingati setiap tanggal 17 Mei dengan berbagai kegiatan seperti promosi, edukasi, webinar kesehatan, dan penguatan Gerakan Deteksi Dini tekanan darah secara masif dan serentak di seluruh Indonesia.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang bahaya hipertensi serta mendorong mereka untuk rutin memeriksakan tekanan darah sebagai upaya pencegahan,” jelasnya.

BACA JUGA:   Gembleng 421 Caleg se-Jateng, Presiden Partai Buruh: Dari Orang Kecil Akan Lahir Perubahan

Ia menekankan bahwa hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dan dunia. Tingginya prevalensi hipertensi ini tidak terlepas dari gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi sayur dan buah, serta konsumsi alkohol.

“Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret yang terintegrasi untuk pencegahan dan pengendalian hipertensi,” tutupnya.

Share this Article