INDORAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 dengan menggelar upacara yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama dan organisasi kemasyarakatan.
Peringatan HAB ke-80 tersebut menjadi momentum penguatan komitmen Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama sekaligus memperkuat sinergi sosial di tengah masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, mengatakan peringatan HAB tahun ini tidak hanya dipusatkan pada upacara seremonial, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan yang telah berlangsung sejak awal Desember 2025.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HAB dimulai sejak 7 Desember 2025 dengan agenda senam bersama serta kegiatan internal yang bertujuan memperkuat kebersamaan dan kerukunan di lingkungan Kementerian Agama.
Selain itu, Kemenag Jateng juga menyiapkan agenda lanjutan berupa gerak jalan kerukunan yang akan digelar pada 5 Januari 2026 dan melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama.
Saiful menyebutkan, peringatan HAB ke-80 mengusung tema Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju, yang sejalan dengan arahan Menteri Agama agar Kementerian Agama menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“HAB yang ke-80 ini kita mengambil tema Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju. Pesan Pak Menteri jelas, Kementerian Agama harus berdampak, artinya seluruh program dan Asta Protas Kemenag bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Saiful Mujab usai upacara.
Ia menegaskan, agama diharapkan tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga solusi dalam kehidupan umat beragama, terutama dalam memperkuat persatuan dan sinergi membangun bangsa.
“Peranan agama sebagai solusi dalam kehidupan umat beragama sangat ditekankan, sehingga sinergi membangun bangsa benar-benar bisa terwujud secara nyata,” katanya.
Terkait kondisi Jawa Tengah, Saiful menyampaikan bahwa situasi kerukunan umat beragama saat ini terjaga dengan baik dan kondusif, baik dari sisi hubungan sosial maupun kelembagaan.
Ia berharap, kondusivitas tersebut terus dipertahankan dan diperkuat, terutama menjelang bulan Ramadan, dengan meningkatkan kolaborasi lintas elemen masyarakat dan tokoh agama.


