INDORAYA – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meminta agar PPLHS tidak lagi bersifat seremonial semata, tetapi mampu menjadi pertunjukan yang hidup, inspiratif, dan menggelorakan semangat nasionalisme masyarakat.
Dengan kemasan baru ini, Pemkot berharap acara tersebut tidak hanya memperingati perjuangan, tetapi juga menjadi ruang hiburan edukatif yang memperkuat kecintaan warga terhadap sejarah dan budaya lokal.
“Tahun ini kami ingin tampil beda. Tidak hanya teatrikal perjuangan, tetapi juga kolaborasi seni berupa tari dan musik orkestra agar lebih hidup dan menghibur. Kami ingin semangat heroik itu terasa dan dinikmati masyarakat luas,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Semarang, Puspita Rini, melalui keterangan resmi yang diterima Indoraya.News, Minggu (12/10/2025).
Ribuan Peserta dan Kolaborasi Antarinstansi
Puspita menjelaskan bahwa lebih dari 1.900 peserta lintas unsur akan berpartisipasi dalam peringatan tahun ini.
Peserta berasal dari TNI, Polri, Pramuka, Tagana, Karang Taruna, pelajar SMA/SMK, hingga komunitas seni, yang semuanya turut memeriahkan acara.
Semarak kegiatan juga ditunjang oleh kolaborasi berbagai instansi, di antaranya Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) yang akan menggelar workshop sejarah, pameran arsip, pembacaan puisi oleh Bunda Literasi, serta pemutaran film bertema heroik.
Sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menghadirkan nuansa nostalgia lewat pertunjukan “Keroncong Kemerdekaan.”
“Selain memperingati jasa para pahlawan, kegiatan ini juga menjadi media edukasi sejarah dan ruang ekspresi bagi masyarakat. Kami ingin generasi muda tahu bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga terjadi di Semarang,” jelas Puspita.
Puncak Acara: Teater Kolosal dan Pertunjukan Kembang Api
Sebagai penutup, peringatan PPLHS 2025 akan menampilkan teatrikal perjuangan kolosal garapan komunitas Teater Pitulas, yang merekonstruksi momen heroik Pertempuran Tugu Muda tahun 1945.
Pertunjukan tersebut akan diiringi dengan musik orkestra dan tarian kolaboratif, menciptakan suasana emosional yang kuat bagi penonton.
Acara akan ditutup dengan pertunjukan kembang api megah sebagai simbol semangat perjuangan yang terus menyala di Kota Semarang.


