Ad imageAd image

Pengendara Motor Tewas Terbrak KA Joglosemarkerto, Begini Respon KAI DAOP 4 Semarang

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 630 Views
2 Min Read
Inilah kondisi seorang pengendara sepeda motor usai tertabrak KA Joglosemarkerto di perlintasan tanpa palang pintu di Pedurungan Semarang. (Foto: Grup Info Kejadian Semarang)

INDORAYA – Seorang pengendara sepeda motor tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (6/7/2024) sekitar pukul 14.26 WIB sore.

Informasi yang dihimpun, seorang pengendara sepeda motor tersebut bernama Dewi Ariyani, 43 tahun, tersambar Kereta Api Joglosemarkerto jurusan Tegal-Solo.

Korban diketahui mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi H-3323-ZP. Saat itu juga korban dilaporkan meninggal dunia.

Manager Humas Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengatakan, sangat menyayangkan atas kejadian seorang pengendara sepeda motor tertabrak KA 166 Joglosemarkerto relasi Tegal – Semarang – Solo itu.

Sebelum kejadian Masinis KA 166 Joglosemarkerto sudah membunyikan klakson Lokomotif berulangkali.

“Namun pengemudi kendaraan sepeda motor tersebut tetap menerobos di perlintasan tidak dijaga Km 3+9 petak jalan antara Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng – Alastua,” ungkap Franoto saat dikonfirmasi, Sabtu (6/7/2024).

Imbas kejadian tersebut, Franoto menyatakan tidak ada kerusakan sarana pada KA 166 Joglosemarkerto.

“Meski tidak ada kerusakan sarana, tapi ada andil keterlambatan sebanyak 7 menit untuk pemeriksaan sarana oleh masinis di Stasiun Alastua,” bebernya.

Mengetahui tertempernya KA 166 Joglosemarkerto dengan sepeda motor, unit pengamanan segera berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk melakukan evakuasi.

KAI sangat prihatin dan turut berempati terhadap korban akibat tertempernya KA 16 Joglosemarkerto oleh sepeda motor, dan KAI bersama Instansi terkait akan terus melakukan sosialisasi sebagai upaya preventif pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Kami menegaskan kembali kepada masyarakat pengguna jalan sesuai UU no 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas angkutan jalan, bahwa pengendara wajib mendahulukan perjalanan KA ketika akan melewati perlintasan sebidang” paparnya.

Terkahir, Franoto mengimbau kepada masyarakat ketika akan melintas di perlintasan sebidang agar waspada dan hati-hati, baik perlintasan itu dijaga maupun tidak dijaga ,wajib berhenti sejenak tengok kanan-kiri, yakinkan tidak ada kereta api yang akan lewat , baru melintas.

Share this Article