Ad imageAd image

Pengangguran Turun, Pemprov Jateng Bakal Optimalkan 2.130 BLK Serap Tenaga Kerja Lokal

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 922 Views
2 Min Read
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Aziz. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus berupaya menurunkan pengangguran dengan menyerap tenaga kerja lokal. Salah satu strateginya yaitu mengoptimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK).

Berdasarkan data Disnakertrans Jateng, dari Februari 2023 – Februari 2024, jumlah tenaga kerja yang terserap naik 0,45 juta menjadi 20,41 juta orang. Sedangkan pengangguran turun 0,17 juta menjadi 0,94 juta orang pada Februari 2024.

Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz mengatakan, di Jateng, terdapat 2.130 BLK yang dikelola oleh Pemprov Jateng, pemerintah pusat (Kemenaker RI), LPKS, milik kabupaten/kota, hingga BLK milik komunitas. Ribuan BLK tersebut rutin melakukan pelatihan.

BACA JUGA:   Desember Ini Pemprov Mulai Garap MAJT di Magelang, Target Selesai Akhir 2023

Tercatat pada tahun 2023, BLK Pemprov Jateng telah menempatkan 2.977 orang bekerja, sementara BLK UPT Kemenaker RI menempatkan 4.062 pekerja. Adapun BLK yang dimiliki oleh 35 kabupaten/kota telah menempatkan 4.699 orang bekerja.

“Sedangkan bila melalui aplikasi E-Makaryo milik Disnakertrans Jateng, tercatat telah menempatkan 11.183 orang bekerja. Kemudian Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jateng dari Januari-April 2024 telah tersalurkan 24.313 orang. Lalu untuk transmigrasi tahun ini kita dapat jatah 16 KK,” katanya dalam keterangan yang diterima Indoraya.news, Senin (10/6/2024).

BACA JUGA:   200 Kecamatan di Jateng Tidak Punya SMA/SMK Negeri, Bagaimana Nasib Lulusan SMP-nya?

Menurutnya, tantangan di Jateng ialah mempersiapkan tenaga kerja yang siap terjun ke dunia industri dan berwirausaha. Pada tataran suplai tenaga kerja terampil, sekolah menengah kejuruan (SMK) telah banyak memproduksi lulusan siap kerja.

Sementara untuk sektor wirausaha, Pemprov Jateng aktif terlibat dalam penyiapan keterampilan pekerja dengan berbagai pelatihan pada BLK yang tersebar di seantero Jateng.

Pihaknya juga berupaya mengembangkan kemampuan wirausaha sesuai dengan potensi wilayah. Semisal pada daerah yang kaya dengan produksi jagung, bisa mengembangkan varian produk yang nantinya mampu menyerap tenaga kerja yang ada di sekitar rumah produksi.

BACA JUGA:   Pemerintah dan Pengusaha Satu Suara Soal Upah Jateng 2024, Buruh Beda Sikap

“Kesempatan kerja wirausaha ditingkatkan dengan kualitas lebih baik. Semiisal pelatihan barista yang kita lakukan, satu orang barista berkembang pasti bisa merekrut tenaga kerja,” ungkap Aziz.

Di luar itu, Disnakertrans Jateng juga aktif berkolaborasi dan menjalin kerja sama lintas sektor disertai perangkat hukum yang memadai. Menurut Aziz, ini menjadi kunci dalam menyelenggarakan urusan ketenagakerjaan dan transmigrasi yang lebih baik.

Share this Article