INDORAYA – Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk tahun akademik 2026/2027. Pada tahun ini, UNNES menyediakan ribuan kursi bagi calon mahasiswa melalui tiga jalur seleksi utama.
UNNES menyiapkan kuota sebanyak 12.470 mahasiswa baru yang akan diterima di 76 program studi yang tersebar di sembilan fakultas. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang menetapkan daya tampung 11.420 mahasiswa.
Peningkatan kuota ini dilakukan sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun lalu, animo pendaftar UNNES sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar di seluruh jalur seleksi mencapai lebih dari 100 ribu orang.
“Kami ingin memberikan akses lebih besar kepada anggota masyarakat yang ingin menikmati pendidikan di UNNES,” kata Kepala Humas UNNES, Rahmat Petuguran, Senin (5/1/2026).
Penerimaan mahasiswa baru UNNES 2026 dilaksanakan melalui tiga jalur utama, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri (SM).
Jalur SNBP menyediakan kuota 2.736 mahasiswa, jalur SNBT menampung 3.818 mahasiswa, sedangkan jalur Seleksi Mandiri menerima kuota terbesar dengan 5.916 mahasiswa baru.
Untuk jadwal pendaftaran, jalur SNBP dibuka pada 3–18 Februari 2026. Sementara itu, pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk jalur SNBT pada 25 Maret–7 April 2026. Calon peserta diimbau mencermati jadwal serta ketentuan yang berlaku di masing-masing jalur seleksi.
Adapun informasi lengkap terkait jalur Seleksi Mandiri dapat diakses melalui akun Instagram resmi UNNES dan laman unnes.ac.id/admission.
Selain jalur nasional, UNNES juga membuka empat skema Seleksi Mandiri, yaitu Seleksi Mandiri Tulis, Seleksi Mandiri Prestasi, Seleksi Mandiri Skor UTBK, serta International Undergraduate Program (IUP).
Penetapan kuota penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 ini mengacu pada Keputusan Rektor UNNES tentang daya tampung mahasiswa. Peningkatan kuota tidak mengurangi komitmen institusi terhadap mutu seleksi maupun kualitas pembelajaran.
“Kurikulum dan fasilitas belajar inilah yang melahirkan mahasiswa berprestasi di berbagai bidang,” pungkas Rahmat.


