Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Peneliti Dunia Peringatkan Dampak Perubahan Iklim: 2025 Masuk Tiga Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Internasional

Peneliti Dunia Peringatkan Dampak Perubahan Iklim: 2025 Masuk Tiga Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

By Redaksi Indoraya
Rabu, 31 Des 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi perubahan iklim dunia. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Para peneliti iklim dunia menegaskan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia semakin menunjukkan dampak nyata.

Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu dari tiga tahun terpanas yang pernah terjadi, sekaligus menandai tonggak penting karena rata-rata suhu global selama tiga tahun terakhir telah melampaui ambang batas Perjanjian Paris 2015, yakni 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

Para ahli menilai, kegagalan menjaga pemanasan global di bawah batas tersebut berpotensi memicu krisis kemanusiaan dan kerusakan lingkungan dalam skala besar. Temuan ini disampaikan melalui analisis para peneliti World Weather Attribution (WWA) yang dirilis pada Selasa (30/12), setelah dunia sepanjang tahun 2025 dilanda berbagai peristiwa cuaca ekstrem berbahaya.

Dalam laporannya, WWA mencatat suhu global tetap tinggi meskipun terdapat La Niña, fenomena pendinginan alami di Samudra Pasifik yang biasanya menekan suhu global. Para peneliti menegaskan bahwa pembakaran bahan bakar fosil—minyak, gas, dan batu bara—masih menjadi faktor utama peningkatan emisi gas rumah kaca yang memanaskan Bumi.

“Jika kita tidak segera berhenti membakar bahan bakar fosil, akan sangat sulit untuk mencapai tujuan pemanasan global. Ilmu pengetahuan semakin memperjelas hal ini,” kata Friederike Otto, salah satu pendiri WWA dan ilmuwan iklim Imperial College London, kepada Associated Press.

WWA juga mengungkapkan bahwa perubahan iklim telah memperparah intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem yang menewaskan ribuan orang serta menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar setiap tahun.

Sepanjang 2025, para ilmuwan mengidentifikasi 157 peristiwa cuaca ekstrem paling parah, yang memenuhi kriteria seperti menimbulkan lebih dari 100 korban jiwa, memengaruhi lebih dari separuh populasi suatu wilayah, atau memicu status darurat.

Dari jumlah tersebut, 22 peristiwa dianalisis secara mendalam, termasuk gelombang panas ekstrem yang disebut WWA sebagai jenis cuaca ekstrem paling mematikan di dunia pada 2025. Beberapa gelombang panas yang terjadi tahun ini dinilai sepuluh kali lebih mungkin terjadi dibandingkan satu dekade lalu akibat perubahan iklim.

“Gelombang panas yang kita amati tahun ini adalah peristiwa yang cukup umum dalam iklim kita saat ini, tetapi hampir tidak mungkin terjadi tanpa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Ini membuat perbedaan besar,” kata Otto.

Selain gelombang panas, para peneliti juga mencatat dampak perubahan iklim dalam bentuk kekeringan berkepanjangan yang memicu kebakaran hutan di Yunani dan Turki. Di belahan dunia lain, hujan ekstrem dan banjir di Meksiko menewaskan puluhan orang serta menyebabkan banyak warga hilang.

Fenomena cuaca ekstrem juga melanda kawasan Asia Pasifik. Topan Super Fung-wong menerjang Filipina dan memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi. Hujan monsun menyebabkan banjir dan tanah longsor di India, sementara Siklon Senyar menelan ribuan korban jiwa akibat banjir dan longsor di Indonesia.

Temuan para peneliti dunia ini memperkuat peringatan bahwa tanpa upaya serius menekan emisi dan menghentikan ketergantungan pada bahan bakar fosil, dampak perubahan iklim akan semakin luas dan mematikan.

TAGGED:cuaca ekstrempeneliti iklim duniaperubahan iklimWorld Weather Attribution (WWA)
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Internasional

Demo Iran Memanas, Teheran Panggil Diplomat Eropa dan Hadapi Sanksi Politik Uni Eropa

Selasa, 13 Jan 2026
Internasional

Trump Disebut Siapkan Skenario Invasi Greenland, Picu Kekhawatiran Geopolitik Global

Minggu, 11 Jan 2026
Internasional

Israel Kembali Gempur Gaza, Tujuh Warga Palestina Tewas Termasuk Anak-Anak Isi Berita

Jumat, 09 Jan 2026
Internasional

Greenland Tingkatkan Kewaspadaan Diplomatik di Tengah Ambisi Trump Kuasai Wilayah Arktik

Kamis, 08 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?