Ad imageAd image

Pendaftaran SMKN Jateng Dibuka, Sekolah Gratis Tanpa Biaya, Kuota 777 Siswa

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 684 Views
3 Min Read
Pamplet pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMK Negeri Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025. (Foto: instagram @smknjateng)

INDORAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) kembali membuka pendaftaran peserta didik baru untuk SMK Negeri Jateng. Pada tahun 2024 ini, kuota yang dibuka sebanyak 777 siswa.

SMKN Jateng yang terdiri dari Boarding dan Semi Boarding merupakan program beasiswa pendidikan yang diinisiasi sejak tahun 2014 di era Gubernur Ganjar Pranowo. Program tersebut terus dilanjutkan hingga tahun ini.

SMKN Jateng memberikan fasilitas pendidikan dan asrama gratis kepada siswa tanpa pungutan biaya. Bagi yang berminat, calon siswa bisa mendaftarkan diri mulai 19 Februari hingga 31 Maret 2024.

Program SMKN Jateng ini dikhususkan bagi calon siswa yang berasal dari keluarga ekonomi lemah, dan lulus SMP/ MTs sederajat dengan usia maksimal 21 tahun per tanggal 17 Juli 2024. Total siswa yang akan diterima sebanyak 777 siswa.

“Rencana kami akan menerima peserta didik baru sebanyak 777 siswa. Jadi kuota siswa yang diterima nanti akan kami bagi. Meliputi tiga SMK Boarding dan 15 SMK Semi Boarding,” kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana dalam keterangan yang diterima Indoraya.news, Jumat (23/2/2024).

Ada tiga SMK Boarding dan 15 SMK Semi Boarding. Tiga SMK Boarding meliputi SMKN Jateng di Semarang, Pati dan Purbalingga.
Sedangkan 15 SMK Semi Boarding adalah SMKN 2 Rembang, SMKN 1 Jepon, SMKN 1 Wirosari, dan SMKN 1 Kedawung.

Selanjutnya SMKN 2 Wonogiri, SMK N 1 Tulung, SMKN 1 Demak, SMKN 1 Randudongkal, SMKN 1 Purworejo, SMK N 1 Alian, SMKN 2 Wonosobo, SMKN 1 Punggelan, SMKN 1 Kalibagor, SMKN 2 Cilacap, dan SMKN 1 Tonjong.

Nana mengatakan, calon siswa yang menempuh pendidikan di SMK Negeri boarding dan SMK Semi Boarding tidak dipungut biaya. Mulai dari seluruh proses pendaftaran, biaya pendidikan, hingga gratis biaya hidup bagi siswa yang diasramakan atau boarding.

Kehadiran SMKN Jateng ini juga menjadi wujud komitmen Pemprov untuk memperkuat program pendidikan vokasi di SMK, termasuk di SMK Boarding dan SMK Semi Boarding.

Di samping untuk memutus rantai kemiskinan, SMKN Jateng juga bertujuan untuk menunjang kebutuhan sumber daya manusia, bagi perusahaan-perusahaan yang menanamkan investasi di Jateng.

“Insya Allah investasi di Jateng di tahun 2024 akan ada suatu peningkatan. Beberapa perusahaan, baik itu dari investor lokal maupun investor asing, akan mendirikan perusahaan-perusahaan di Jateng ini,” ungkap Nana.

Menurutnya, penguatan program pendidikan vokasi juga didasari banyak masukan dari perusahaan, bahwa sumber daya manusia Jateng masih perlu ditingkatkan ketrampilannya.

Oleh karena itu, Nana berharap, dengan penguatan pendidikan vokasi, akan menjadi solusi untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, sesuai kebutuhan industri.

Share this Article