Ad imageAd image

Pemprov Jateng Siapkan 3 Ribu Benih Cabai Gratis untuk Ditanam Masyarakat di Pekarangan Rumah

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 2 Views
2 Min Read
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kantor Gubernur Jateng, Senin, (13/11/2023). (Foto: Pemprov Jateng)

INDORAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan sebanyak 3 ribu benih cabai gratis yang akan dibagikan kepada masyarakat agar ditanam di pekarangan rumah. Hal ini sebagai salah satu upaya mengatasi melonjaknya harga bahan pokok.

“Hampir di setiap rumah itu memiliki halaman (pekarangan). Halaman rumah ini saya rasa perlu dimanfaatkan oleh masyarakat, untuk bisa bercocok tanam,” kata Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana usai rapat koordinasi pengendalian inflasi di Kantor Gubernur Jateng, Senin, (13/11/2023).

Dia menerangkan, gejolak harga sejumlah komoditas pangan saat ini masih terjadi. Setidaknya ada lima bahan pokok yang harganya masih tergolong tinggi, yaitu beras medium, beras premium, cabai rawit, cabai merah, dan gula.

Lima komoditas pangan tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemprov Jateng untuk distabilkan harganya. Upayanya yaitu dengan melakukan operasi pasar, gerakan pasar murah, dan menanam di pekarangan rumah.

Untuk gerakan menanam di pekarangan rumah, Pemprov Jateng melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan menyiapkan sebanyak 3.000 pack dan 1.000 polibag benih cabai yang akan diberikan secara gratis kepada masyarakat.

“Ini akan kami serahkan kepada masyarakat untuk dilakukan penanaman di masing-masing rumah. Tentunya dengan sasaran masyarakat tingkat bawah di tempat-tempat yang tadi inflasi dan IPH (Indeks Perkembangan Harga) tinggi,” kata Nana.

Selain itu, lanjut Nana Sudjana, Pemprov Jateng juga mulai menyiapkan program-program pertanian menghadapi musim penghujan yang diprediksi terjadi pada bulan November dan Desember 2023.

Karena sudah mulai masuk musim penghujan, Nana menyarankan kepada petani untuk mulai menyiapkan lahan untuk bercocok tanam. Seperti tanaman padi atau tanaman pangan lainnya dengan tujuan stok pangan ke depan terjaga.

Share this Article