Ad imageAd image

Pemprov Jateng Gunakan Kearifan Lokal dan Agama Sosialisasikan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 717 Views
3 Min Read
Konferensi pers Soalisasi Sub Nasional Indonesia's FoLU Net Sink 2030 Region Pulau Jawa di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (29/5/2024). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mendukung Soalisasi Sub Nasional Indonesia’s FoLU Net Sink 2030 Region Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya menurunkan emisi gas rumah kaca.

Dalam pelaksanaanya, Pemprov Jateng akan menggunakan berbagai pendekatan. Termasuk sosialisasi menggunakan kearifan lokal dan keagamaan sehingga targetnya bisa tercapai.

Sosialisasi Forestry and other Land Use (FoLU) Net Sink 2030 ialah agenda Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI yang menjadi strategi Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca untuk pengendalian perubahan iklim.

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno mengatakan, dengan kepadatan dan karakteristik penduduk yang beragam di Jateng, diperlukan kearifan lokal dan pendekatan keagamaan. Hal ini agar strategi penurunan emisi gas rumah kaca dapat dipahami masyarakat.

BACA JUGA:   Libur Tahun Baru Cuaca Ekstrem, Warga Jateng Diminta Hindari Wisata Pantai dan Gunung

“Kami sangat menyambut baik adanya FoLU 2030. Karena berbicara penanganan lingkungan, kita sudah bergerak sejak dahulu dalam mengatasi kerusakan lingkungan,” ujarnya di Hotel Tentrem Semarang, Rabu (29/5/2024).

“Sosialisasi sudah kita lakukan. Kami sangat berterimakasih karena adanya program nasional FOLU ini, maka kolaborasi lebih kuat lagi,” imbuh Sumarno.

Staf Ahli Menteri LHK, Tasdiyanto menyebut, Pulau Jawa memiliki spesifikasi lingkungan hidup yang berbeda, karena dipengaruhi kepadatan penduduk. Aktivitas penduduk itu pada akhirnya berkontribusi pada penimbulan emisi yang lebih besar.

BACA JUGA:   BPS Jateng Catat Inflasi Dipicu Kenaikan Harga Beras Hingga BBM

Dia menilai positif pada gagasan pendekatan keagamaan dan kearifan lokal. Terlebih masyarakat Indonesia, termasuk Jateng sangat kuat dalam menjalankan perintah agamanya masing-masing.

“Kami sepakat dengan Provinsi Jateng, bahwa pendekatan untuk sosialisasi, selain teknis berbasis sains, juga harus dikemas dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat,” katanya.

Ketua Harian 1 Tim Kerja Indonesia FOLU Net Sink 2030, Ruandha Agung berkata, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas di lima sektor. Yakni sektor FOLU, energi, industri, sampah, dan pertanian. Untuk sektor FOLU mempunyai tugas berat, yakni menurunkan 60 persen emisi gas rumah kaca.

BACA JUGA:   Dapat Penolakan Orang Tua, Program Imunisasi Polio di Jateng Capai 56 Persen

“Oleh karena itu, sosialisasi kepada masyarakat dari tingkat nasional sampai daerah harus dilakuakan,” kata dia.

Hingga Mei 2024, Kementerian LHK sudah menyelesaikan penyususunan rencana kerja sub nasional di 28 provinsi. Sementara enam provinsi di Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah ditargetkan selesai pada 2024.

Berbagai pendekatan yang dilakukan antara lain dengan mengundang seluruh pemda, masyarakat, dan stakeholder terkait, melalui podcast di radio, media massa, dan sebagainya agar program penanganan emisi gas sektor FOLU secara detail dapat diketahui masyarakat luas.

Share this Article