INDORAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan wacana penerapan enam hari sekolah untuk SMA dan SMK belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Kebijakan ini masih dalam tahap kajian menyeluruh dan pengumpulan masukan dari berbagai pihak sebelum diputuskan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa pemerintah ingin keputusan yang diambil benar-benar komprehensif dan mewakili seluruh aspirasi masyarakat.
“Ini masih proses kajian karena kami dengan berbagai masukan dari masyarakat tentu saja kami pengin lebih komprehensif ya masukan dari semua masyarakat dan ini lagi dihimpun. Jadi nanti supaya kesimpulannya itu bisa menggambarkan secara keseluruhan dari semua unsur untuk nanti diputuskan apakah tetap lima atau nanti enam hari sekolah,” ujar dia saat ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian Semarang. Selasa (30/12/2025).
Menurut Sumarno, hasil kajian yang masuk saat ini belum cukup mewakili seluruh pihak terkait. Karena itu, ia meminta agar kajian diperluas dengan melibatkan stakeholder lain yang belum diakomodasi, agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Ini masih (proses kajian) tadi sudah ada ajuan ke kami, tapi bagi saya masih kurang, makanya saya minta tambahan kajian lagi, masukan-masukan dari beberapa stakeholder yang belum masuk di kajian ini,” jelasnya.
Sumarno menekankan bahwa ajuan yang diterima bukanlah hasil kajian final, melainkan bahan untuk diperiksa lebih lanjut sebelum disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
“Hasil kajian untuk disampaikan ke Pak Gubernur. Jadi bagi saya itu belum bisa untuk menjadi kesimpulan,” tegas Sekda Jateng.
Hingga saat ini Pemprov Jateng belum mengumumkan mekanisme apakah kebijakan enam hari sekolah akan diterapkan melalui uji coba atau langsung diberlakukan. Semua keputusan akan bergantung pada hasil kajian agar kebijakan yang diambil seimbang antara kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa serta guru.


