Ad imageAd image

Pemkot Siapkan Tempat Relokasi Para Pedagang Barito, Ini Lokasinya

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 822 Views
3 Min Read
Groundbreaking tempat yang akan dijadikan relokasi para pedagang Barito, Selasa (12/9/2023). (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah menyiapkan tempat relokasi para pedagang onderdil Barito Karya Mandiri atau PKL Barito.

Tempat yang disiapkan Pemkot Semarang untuk para pedagang PKL Barito di Jalan Margosari Rt 2 Rw VII, Sawah Besar, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Penempatan lahan baru pedagang PKL Barito di Gayamsari ini ditandai ground breaking yang dilakukan oleh Pemkot Semarang.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengungkapkan alasan para pedagang PKL Barito direlokasi di Kecamatan Gayamsari.

Yakni masa kontrak di MAJT akan habis pada akhir tahun ini. Sebab itu, para pedagang kemudian mencari lahan secara swadaya. Alhasil, mereka mendapatkan tempat di wilayah Gayamsari.

BACA JUGA:   Dinas Kesehatan Kota Semarang Sasar 202.956 Anak untuk Imunisasi Vaksin Polio

“Dipilih disini lalu dibangun swadaya. Untuk instrastruktur dibantu Dinas Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman, dan Dinas Tata Ruang,” ujar Fajar usai peletakkan batu pertama, pada Selasa (12/9/2023).

Adapun tempat yang akan ditempati oleh para pedagang Barito ini memiliki luas tanah kurang lebih 8000 meter persegi.

Menurut Fajar, jumlah keseluruhan pedagang Barito yakni sebanyak 559 orang dan jika di tempat baru yang berada di Gayamsari ini bisa menampung sekitar 200 pedagang.

“Disini bisa 200 an orang. Sisanya bisa ke Ex Dargo,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Pembangunan Talud Tak Sesuai Ketentuan Bikin Banjir di Perumahan Grand Permata Semarang, Distaru Ancam Sanksi Tegas

Ia juga menyampaikan bahwa apabila pasar ini sudah jadi, maka pihaknya akan menetapkan sebagai pasar permanen di bawah pengolaan Pemerintah Kota. Hal ini dilakukan agar para pedagang tidak berpindah-pindah.

“Akan jadi pasar ke-53 dibawah pengelolaan Dinas Perdagangan,” kata dia yang juga kepala Satpol PP Kota Semarang.

Sementara dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sawah Besar, Mulyadi mengatakan pembangunan ditarget selesai 30 hari.

“Pembangunan harus memperhatikan insfrastruktur dan drainase untuk penanganan dampak hujan,” kata Mulyadi.

Nantinya, kata dia, ukuran lapak per pedagang yakni 3 kali 5 meter.

BACA JUGA:   H-10 Lebaran, 52 Persen Tiket KA Daop 4 Semarang Ludes Terjual

Dalam kesempatan ini, Ketua Paguyuban Barito Karya Mandiri, Rahmat Yulianto menegaskan nantinya pedagang yang berada disini adalah klaster perlogaman.

“Klaster perlogaman disini. Kalau di Dargo jelas ndak memungkinkan. Kalau disini kan luas. Paling telat, November kami sudah bergeser dari MAJT ke Margosari dan Dargo,” sambungnya.

Lebih dari itu Rahmat menuturkan sebenarnya lokasi di Margosari lebih strategis. Namun harus ada pembebasan lahan dari warga agar bisa didesain akses dekat jalan raya.

“Biaya pembangunan per kios itu mandiri. Per kios kalau dihitung sekirar Rp 12 Juta,” tandasnya.

Share this Article