Ad imageAd image

Pemkot Semarang Tawarkan Opsi Relokasi Bagi Warga Yang Tinggal Di Kawasan Rawan Bencana ke Rusunawa

Sigit H
By Sigit H 79 Views
3 Min Read
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini meninjau lokasi longsor di Jalan Delikrejo, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Selasa (25/1/2022).

INDORAYA – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini meninjau lokasi longsor di Jalan Delikrejo, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Selasa (25/1/2022).

Dalam tinjauan tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memastikan bahwa korban longsor mendapatkan bantuan logistik serta perbaikan rumah dari Pemerintah Kota Semarang.

Lebih lanjut, bantuan perbaikan rumah sendiri diterangkan Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi akan dilakukan melalui program rehab rumah tidak layak huni yang bersumber dari APBD. Selain itu Hendi juga mengungkapkan akan dilakukannya perbaikan talut menggunakan pos BTT atau Biaya Tidak Terduga yang juga bersumber dari APBD Pemerintah Kota Semarang.

“Untuk perbaikan rumah akan ditangani lewat dana rehab Rumah Tak Layak Huni atau rehab RTLH dari APBD Kota Semarang, sementara untuk perbaikan talut sendiri ada Biaya Tidak Terduga, di mana setiap ada bencana mnaka BPBD dapat segera mencairkan dana tersebut. Kami upayakan secepat mungkin dapat terlaksana,” tegas Hendi di lokasi longsor.

Di sisi lain, Hendi juga menekankan siap memfasilitasi warga yang bersedia untuk tinggal ke Rusunawa, di mana dinilai lebih aman. Namun dirinya menuturkan baru satu orang warga yang bersedia untuk pindah, selebihnya memilih tetap tinggal di rumah mereka.

“Ya idealnya memang relokasi, tetapi sudah banyak warga yang tinggal di daerah perengan. Namun kami siap memfasilitasi bagi warga yang bersedia dan memenuhi kriteria belum memiliki rumah untuk ditempatkan di Rusunawa,” pungkas Hendi.

Sebelumnya, Hendi sudah menginstruksikan kepada lurah serta camat setempat untuk mengingatkan warga supaya waspada terhadap potensi bencana di musim hujan. Terlebih untuk wilayah Kelurahan Tandang sendiri yang sudah masuk dalam pemetaan daerah rawan longsor.

Namun musibah naas tidak terelakan ketika di Kota Semarang terjadi hujan lebat disertai angin pada malam hari Rabu, 19 Januari 2022. Bencana tanah longsor terjadi di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang yang menimpa 3 rumah, serta menelan satu korban jiwa.

Adapun Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini sendiri yang meninjau langsung lokasi longsor memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 15 juta bagi keluarga korban meninggal, serta masing-masing Rp 5 juta bagi korban luka-luka.

Tak hanya itu, Kementerian Sosial Repblik Indoneia juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa berupa makanan, selimut, kasur, kidsware dan perlengkapannya, untuk dapat digunakan jika sewaktu-waktu terjadi bencana lain.

Mensos Risma dalam kesempatan tersebut pun mengingatkan kepada warga untuk lebih waspada dan berhati-hati mengingat potensi bencana yang masih mungkin terjadi akibat curah hujan tinggi. Untuk itu, menurut Risma, mapping wilayah dan waspada saat hujan harus dilakukan.

“Kita harus lebih waspada karena bencananya macam-macam, bahkan ada di wilayah lain terjadi bencana di bawah hutan lindung,” tutur Risma.(IR)

Share this Article