INDORAYA – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani persoalan penumpukan sampah di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS). Salah satu fokus utama penanganan dilakukan di TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, yang sempat mengalami penumpukan signifikan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, penanganan TPS dilakukan secara intensif dengan melibatkan pengerahan personel serta armada pengangkut sampah lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini ditujukan untuk memulihkan kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga secepat mungkin.
Hingga Jumat (16/1) sore, sebanyak 145 ritasi sampah telah diangkut dari TPS Muktiharjo Kidul menuju TPA Jatibarang. Proses pengangkutan dilakukan melalui kerja sama sejumlah OPD sehingga volume sampah di lokasi berangsur berkurang secara signifikan.
“Total sudah ada sekitar 145 ritasi yang kita angkut dari TPS Muktiharjo Kidul saja. Ini adalah hasil kerja keroyokan OPD, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim),” katanya, di Semarang, Sabtu (18/01/2025).
Dalam pelaksanaannya, dinas terkait mengerahkan armada masing-masing, sementara pengamanan di lokasi dilakukan oleh Satpol PP bersama jajaran kecamatan dan kelurahan setempat.
Untuk mencegah terulangnya penumpukan sampah di area tersebut, Pemkot Semarang menyiapkan skema sterilisasi lahan. Upaya ini meliputi pemagaran area TPS hingga penghijauan kembali agar lokasi tidak lagi dimanfaatkan sebagai titik pembuangan sampah liar.
“Untuk pengamanan, kami akan memasang pagar. Tidak hanya itu, DLH dan Disperkim nantinya akan menanam tanaman keras di lokasi tersebut. Kalau sudah dipagari dan ditanami, otomatis tidak boleh ada lagi penumpukan sampah di titik itu,” katanya.
“Pak Camat juga akan memasang CCTV untuk memantau aktivitas di sana secara ‘real-time’,” tambahnya.
Selain penataan fisik, Pemkot Semarang juga menyiapkan sistem pengelolaan TPS yang lebih tertib. Salah satunya dengan menerapkan skema ritasi sampah yang lebih disiplin dan memperkuat infrastruktur pendukung di lokasi.
“Pemkot Semarang akan menyiapkan empat kontainer dan empat armada Armroll yang masing-masing melayani tiga ritasi per hari. Jadi total akan ada 12 ritasi harian,” katanya.
Agustina juga menekankan pentingnya perawatan area TPS setiap hari. Satu unit dump truck akan ditugaskan secara rutin untuk membersihkan sisa-sisa sampah yang tercecer agar kondisi lahan tetap bersih dan tertata.
“TPS itu tempat pembuangan sementara yang diperuntukkan bagi petugas gerobak, becak sampah, atau motor roda tiga. Untuk mobil pikap atau kendaraan roda empat lainnya wajib langsung buang ke TPA Jatibarang, jangan di TPS,” katanya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkot Semarang berharap pengelolaan TPS ke depan lebih tertib, efektif, dan tidak kembali menimbulkan persoalan lingkungan bagi masyarakat sekitar.


