Ad imageAd image

Pemkot Semarang Fokus Lakukan Penanganan Darurat Pencegahan Banjir

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 707 Views
2 Min Read
Pemkot Semarang fokus upaya penanganan banjir. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Pemerintah Kota Semarang sangat serius dalam merencanakan tanggap darurat untuk mencegah dan mengatasi bencana. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menekankan hal ini setelah menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapan dan Penanganan Bencana.

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting termasuk Kepala BNPB, Kepala BMKG, Pj Gubernur Jateng, dan Forkopimda Jateng di Kantor Pemprov Jateng.

Hevearita, atau yang akrab disapa Ita, menjelaskan bahwa upaya pencegahan banjir telah dilakukan secara besar-besaran, termasuk normalisasi saluran, inspeksi rumah pompa, dan pengerukan sedimentasi. Kerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana juga telah terjalin. Selain itu, mereka juga telah menyusun rencana untuk penanganan setelah banjir, termasuk membersihkan area yang tergenang dan memeriksa kesehatan warga.

BACA JUGA:   Resmi Dikukuhkan PD Muhammidiyah dan Aisyiyah Kota Semarang, Ini Pesan Wali Kota Semarang

Menurut Ita, banjir kali ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, terutama di Kota Semarang. Dia juga menjelaskan bahwa genangan di Trimulyo, Kecamatan Genuk, disebabkan oleh elevasi tanah yang rendah dan drainase yang tertutup air.

“Di sana ada 30 keluarga yang terdampak. Kemarin sudah terdampak limpasan Kali Pengkol dan elevasi di bawah tanggul dan juga saluran tidak masuk ke Kali Babon, sehingga di sana sempat tergenang. Tapi, begitu Kali Babon surut genangan ikut surut,” jelas Ita dalam keterangan tertulis, Senin (18/3/2024).

BACA JUGA:   Penambahan Rumah Pompa dan Normalisasi Sungai Bantu Atasi Banjir di Kota Semarang

Banjir juga masih terjadi di beberapa lokasi seperti depan Rumah Sakit Islam Sultan Agung dan di bawah flyover Jalan Kaligawe. Untuk mengatasi hal ini, mereka telah menambah pompa portable karena pompa dari BBWS mengalami kerusakan.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menghadapi cuaca ekstrem di Jawa Tengah.

“Hasilnya sudah terlihat, hujannya lebih kecil dari hari-hari sebelumnya,” kata Suharyanto.

Ita juga mengajak setiap pemerintah daerah untuk siaga bencana dan menyiapkan anggaran operasional untuk tanggap darurat. Mereka juga akan membantu masyarakat yang terdampak dan merencanakan tahap rehabilitasi infrastruktur yang rusak serta rumah warga. Tujuannya adalah agar di masa depan, ketika musim hujan datang lagi, bencana serupa tidak terulang.

BACA JUGA:   Mbak Ita Akui Gelaran Semargres 2023 Kurang Maksimal, Transaksi Turun Rp 100 Miliar
Share this Article
Leave a comment