Ad imageAd image

Pemkot Semarang Dorong Anak Muda Terjun ke Pertanian untuk Jadi Agen Ketahanan Pangan

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 791 Views
2 Min Read
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyambangi ke Sandi Buana Farm, Mangunsari, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (30/5/2024). (Foto; Pemkot Semarang)

INDORAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendorong munculnya generasi muda untuk terjun pada bidang pertanian. Upaya itu juga sebagai pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan hingga stunting.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti di Sandi Buana Farm, Mangunsari, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (30/5/2024).

Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut mengatakan banyak lahan kosong di Kota Semarang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama anak muda.

“Ketahanan pangan dan pengendalian inflasi ujungnya juga untuk pengentasan kemiskinan dan stunting sehingga menjadi satu fokus pondasi bagi sebuah kota atau daerah,” katanya.

BACA JUGA:   KA Banyubiru Tambah Pemberhentian di Stasiun Telawa Per 1 Juni, Simak Jadwalnya

Di tempat itu, Mbak Ita memanen padi, lele, dan aneka sayuran bersama siswa-siswi sekolah dasar (SD), dan ratusan masyarakat sekitar.

Menurutnya Sandi Buana Farm yang digarap kaum muda bernama Sandi tersebut adalah pemantik generasi milenial berminat dalam dunia pertanian.

“Ini adalah salah satu contoh. Sandi farm ini dikelola oleh anak muda, petani milenial, apalagi sekarang ini petani sudah mulai berkurang, sudah sepuh-sepuh. Kami mendorong petani milenial makin banyak lagi, harus ada regenerasi,” katanya.

Mbak Ita menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan memberikan fasilitas terbaik bagi masyarakat, terutama terkait ketahanan pangan. “Mari bersama-sama berkolaborasi menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Praktik Pertambangan Ilegal Jateng Dijadian Mata Pencaharian¬†

Nantinya melalui kebun itu masyarakat akan diberikan aneka pelatihan bercocok tanam, khususnya terhadap kalangan pelajar.

“Ke depannya akan buat edupark khusus untuk anak-anak SD belajar tentang pertanian agar ke depan tidak kehilangan penerus petani,” kata Sandi, pemilik Sandi Buana Farm.

Termasuk pendampingan untuk memasarkan produk baik di dalam Kota Semarang hingga ke mancanegara. Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) adalah salah satunya.

“Ibu PKK bisa menanam cabai di polibek, nanti cabainya bisa ambil di sini dan sambil belajar nanti hasilnya bisa dijual ke Pak Rahman, saya siap memfasilitasi, tidak ada harga tengkulak,” ujarnya.

BACA JUGA:   Meriahnya Kirab Budaya Budaya Rakernas X JKPI di Kota Lama Semarang
Share this Article