Ad imageAd image

Pemkot Semarang Diminta Tingkatkan Penanganan Bencana Banjir

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 681 Views
2 Min Read
Banjir yang melanda di Jalur Pantura Kaligawe Semarang menjadi langganan saat hujan dengan intensitas cukup deras selalu dilanda. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Bencana banjir yang masih terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Bahkan sejumlah upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus dilakukan untuk menangani banjir. Namun, penanganan banjir yang ditangani pemerintah daerah setempat agar lebih dimaksimalkan.

Meski secara objektif pada 2023, program penanganan banjir di Ibu Kota Jawa Tengah cukup baik.

Akan tetapi, DPRD Kota Semarang menilai penanganan banjir di Kota Semarang oleh Pemkot Semarang belum maksimal.

“Banjir yang memang menjadi banyak catatan terutama banjir rob, kalau untuk penangananya oke, namun juga harus ditingkatkan terlebih kondisi alam harus di sadari artinya sedimentasi dengan permukaan air laut inikan lebih tinggi air laut sehingga pada saat beberapa jam hujan itu antrian masuk ke laut sudah susah sekali,”ujar Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman saat dikonfirmasi, Minggu (31/3/2024).

BACA JUGA:   Dua Hari Hanyut di Sungai, Bocah 11 Tahun asal Blora Ditemukan Meninggal Dunia¬†

Pria yang akrab disapa Pilus ini meminta kepada Pemerintah Daerah setempat untuk meningkatkan penanganan bencana rob dan banjir terus dilakukan, salah satunya normalisasi sungai-sungai.

Misalnya, Banjir Kanal Timur, Banjir Kanal Barat, Sungai Beringin. Beberapa sungai besar juga terjadwal akan dinormalisasi antara lain Sungai Plumbon, Sungai Tenggang, dan lainnya.

“Kalau menurut saya mulai dari drainase, suprenase, sekunder, dan premier itu kan harus dikejar juga termasuk penambahan pompa-pompa sekiranya kurang efektif ya ditingkatkan,Kalau pompa lama diperbarui, kemampuan sedot atau bekerjanya bisa maksimal,” kata Pilus.

BACA JUGA:   Hadapi Musim Kemarau, Polda Jateng Minta Warga Tingkatkan Keamanan

Namun, diakuinya, normalisasi sungai atau drainase biasanya terkendala akses alat berat, terutama di wilayah bantaran-bantaran yang masih menjadi hunian. Sehingga, alternatif yang diambil pemerintah biasanya dengan meninggikan parapet.

“Ini yg terjadi, tidak pernah ada terobosan. Harus dianggarkan besar untuk normalisasi. Diikuti pemindahan atau pembebasan atau penggesetan rumah-rumah di bantaran, diberi tempat layak, sesuai. Sehingga, biaya pemeliharaan atau perawatan tidak terkendala lagi,” jelasnya.

Dengan demikian, meskipun telah ada langkah-langkah yang diambil, Pemerintah Kota Semarang bersama DPRD terus berkomitmen untuk meningkatkan penanganan banjir demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

BACA JUGA:   Kasus Bullying Siswi SMA di Salatiga, Disdikbud Jateng Periksa Kepsek Atas Dugaan Intervensi
Share this Article
Leave a comment