Ad imageAd image

Pemilihan Rektor Undip Ditunda, BEM Menilai Ada Masalah yang Mengganjal

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 1.1k Views
3 Min Read
Mahasiswa yang dikoordinasikan melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip melakukan aksi untuk menanyakan persoalan penundaan pemilihan rektor baru di Undip, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Pemilihan rektor (Pilrek) baru Universitas Diponegoro (Undip) ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Rangkaian Pilrek Undip seharusnya dilaksanakan pada Selasa (07/03/2023).

Atas penundaan pilrek terebut, pihak kampus belum buka suara terkait alasan penundaan tersebut. Kemudian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip sempat berkoordinasi dengan pihak rektorat untuk meminta penjelasan atas keputusan tersebut.

Hasilnya, Rektor Undip Prof Yos Yohan hanya menyampaikan kebijakan pihaknya soal rektor baru yang terpilih nantinya wajib menjalani magang selama satu tahun sebelum resmi menjabat.

Namun, pernyataan dari rektor itu masih mengganjal sebagian mahasiswa.

BACA JUGA:   Penemuan Mayat Lansia Terikat Tanpa Identitas, di Tengah Tambak Perbatasan Trimulyo-Sriwulan

“Ketika Rektor menjelaskan kepada kami, beliau mengatakan alasan perlunya magang adalah beliau berkaca pada pengalaman sendiri tatkala mulai menjabat dulu,” terang Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro, Hanif Al Fattah saat ditemui Indoraya belum lama ini.

Hanif menyebut, alasan dari Prof Yos dinilai pihaknya tidak kuat untuk menjawab desakan dari mahasiswa yang meminta penjelasan konkret penundaan Pilrek di kampusnya.

Menurutnya, berdasarkan BEM melihat seharusnya rentang waktu setengah tahun dari pemilihan ke pelantikan sudah cukup untuk rektor terpilih untuk menyesuaikan diri dengan tugas barunya.

BACA JUGA:   Disdik Semarang Dorong Sekolah Edukasi Siswa Agar Tidak Bawa Permainan Lato-lato

“Seharusnya akhir tahun sudah bisa dilantik jika pemilihan dilakukan sekarang. Namun tidak ada juga penjelasan jernih,” ucap dia.

Hingga saat ini, ungkap Hanif, pihaknya bersama mahasiswa dan alumni Undip masih menunggu kabar terbaru soal tuntutan mereka agar bisa dipertemukan dengan para calon rektor.

“Kami belum tahu kapan, katanya harus sesuai dengan timeline pemilihan,” tutur Hanif.

Saat ditanya soal apakah penundaan Pilrek ini berkaitan dengan kontestasi politik tahun 2024 mendatang, ia menolak bahwa pemilihan rektor ditunda karena berkaitan dengan Pemilu 2024.

BACA JUGA:   Pemkot Semarang Segera Susun Raperda Pajak dan Retribusi Jadi Perda

“(Kalau soal penggiringan suara ke calon presiden tertentu) sepertinya tidak ya, Mas. Memang ada alasan lain yang kita semua perlu tahu,” tuntasnya.

Sementara itu awak media mencoba konfirmasi ke Rektor Yos, namun yang bersangkutan sejauh ini belum menjawab pesan WhatsAppnya.

Sebagai informasi, calon rektor Undip baru yakni ada 4 antara lain, Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo dari Fakultas Teknik, Prof. Dr. Suharmono dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Selanjutnya dua calon, Prof. dr. Muhamad Thohar Arifin dari Fakultas Kedokteran, dan Prof. Budi Setyono dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

Share this Article
Leave a comment