Ad imageAd image

Pemerintah Salurkan 4.350 Unit Pompa Air di Kabupaten Semarang

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 611 Views
3 Min Read
Jokowi meninjau langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait bantuan pompa air di Kabupaten Semarang, Rabu (19/6/2024). (Foto: Pemprov Jateng)

INDORAYA – Pemerintah menyalurkan sebanyak 4.350 unit pompa air di Jawa Tengah (Jateng) pada 2024. Bantuan pompa itu diperlukan untuk menambah area tanam padi, sehingga produktivitas panennnya menjadi meningkat.

Pompa air itu diantaranya dialokasikan di Desa Kalibeji, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Bantuan tersebut ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Rabu, 19 Juni 2024.

Jokowi mengatakan, sebanyak 25 ribu unit pompa air sudah dibagikan ke berbagai provinsi di Indonesia, termasuk di Provinsi Jateng. Tujuannya untuk mengantisipasi dampak musim kering yang diperkirakan terjadi mulai Juni-Oktober 2024. Sehingga stok pangan terjaga dan produktivitas padi meningkat.

“Adanya pompa ini yang sebelumnya ada yang panen satu kali nanti bisa panen dua kali, dan yang sebelumnya dua kali menjadi tiga kali,” kata Jokowi.

Di Kabupaten Semarang, bantuan mesin pompa air yang diberikan sebanyak 47 unit. Termasuk satu unit mesin pompa air di Desa Kalibeji, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang yang dapat mengairi sawah seluas 77 hektare.

Salah seorang petani di Desa Kalibeji, Sahrun mengaku, senang dengan bantuan pompa air dari pemerintah pusat untuk para petani di desanya.

“Kami sangat berterima kasih, karena nanti bisa untuk mencukupi kebutuhan pengairan sawah di daerah ini,” katanya.

Selama ini, lahan seluas 77 hektare di desanya sering mengalami kekurangan air. Sehingga bantuan pompanisasi ini dapat membantu meningkatkan produktivitas petani. Dengan pompa tersebut, produktifitas panennya meningkat dari yang sebelumnya sebanyak 8 kuintal per hektare menjadi minimal 9 kuintal per hektare.

“Harapannya nanti panen meningkat, penghasilan petani lebih layak, dan Indonesia bisa swasembada beras,” harap Sahrun.

Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengatakan, pompanisasi ini sangat diperlukan untuk menambah area tanam padi.

Pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, lanjut Nana, Jateng terdampak bencana el nino ekstrem, sehingga mengakibatkan ketersediaan air di wilayah sentra produksi tanaman pangan, terutama padi, belum mencukupi.

“Insya Allah dengan adanya pompanisasi ini akan membantu petani,” ucapnya.

Pompanisasi dan irigasi perpompaan diharapkan Nana dapat meningkatkan produksi padi di Jawa Tengah, yang merupakan penyangga pangan nasional. Menurut dia, kecukupan produksi padi, akan berpengaruh terhadap pengendalian inflasi.

Share this Article