Ad imageAd image

Pemblokiran Judi Online Dinilai Tak Efektif, Kominfo: Rakyat Kecil Tak Pakai VPN

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 778 Views
2 Min Read
Menkominfo Budi Arie Setiadi. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, menanggapi isu pemblokiran situs judi online yang dianggap kurang efektif karena masih bisa diakses melalui VPN.

Budi menjelaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah melindungi masyarakat menengah ke bawah yang kemungkinan besar tidak menggunakan VPN.

“Kita fokus melindungi rakyat kecil yang tidak menggunakan VPN,” kata Budi dalam konferensi pers daring, Jumat (24/5/2024).

Dia menambahkan bahwa langkah pemberantasan judi online dilakukan secara bertahap dan hati-hati, sambil terus mencari cara terbaik untuk memutus seluruh ekosistem judi online di Indonesia.

BACA JUGA:   Tindak Tegas Perjudian, Polda Jateng Bakal Gencarkan Patroli Tiap Hari

Budi mencatat bahwa sejak 17 Juli 2023 hingga 22 Mei 2024, pemerintah telah menurunkan 1.918.520 konten judi daring dan memblokir 555 rekening e-wallet terkait judi online. Selain itu, pemerintah mengajukan pemblokiran 5.364 rekening bank terkait judi online ke OJK.

Kominfo juga telah mengeluarkan peringatan keras kepada platform digital seperti Google, Meta, Telegram, dan X mengenai judi online, dengan ancaman sanksi Rp500 juta per konten. Budi menyebut bahwa semua platform kooperatif kecuali Telegram, yang diancam akan ditutup jika tidak kooperatif.

BACA JUGA:   Ketagihan Judi Slot Online, Ibu Muda di Cilacap Nekat Lakukan Kredit Topeng

Selain itu, Kominfo mengancam akan mengumumkan dan mencabut izin internet service provider (ISP) yang tidak serius memberantas judi online.

“Kami sudah tahu ISP mana saja yang memfasilitasi judi online, tunggu waktunya saja nanti kita tutup,” ujar Budi.

Share this Article