
Seperti yang dirasakan oleh Haris Yulianto (52) salah satu pedagang seragam sekolah, mengatakan untuk penjualan tahun ini naik hingga 80 persen.
“Alhamdulillah penjualan naik hingga 80 persen, dibanding dengan tahun 2021, saat sekolah belum membuat kebijakan tatap muka,” kata Haris, Senin (11/7/2022)
Dia menyebut dalam sehari saja bisa menjual sekitar 150 stel seragam. Berbeda jauh ketika saat pandemi kemarin, dia mengatakan hanya bisa menjual 5 setel saja. Mengingat waktu itu pembelajaran dilakukan secara daring.
Untuk harga pun bervariasi kata Haris, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 170 ribu tergantung ukuran besar kecilnya seragam.
“Untuk harga tergantung besar kecil seragam,” ujarnya
Kemudian untuk jumlah seragam kata dia saat ini masih di dominasi penjualan untuk anak SD, diikuti oleh SMP dan SMA.
“Seragam SD paling banyak, juga ada baju Pramuka,” ucapnya
Ia menerangkan selain menjual seragam sekolah juga menyediakan seragam dinas serta keperluan sekolah lainya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Ulya (48) pedagang seragam yang tidak jauh dari toko Haris,
Ulya menyebut penjualan kini mengalami kenaikan yang signifikan.
“Mulai kebanjiran order,” ucapnya
Kebanjiran order tersebut biasanya saat waktu siang hingga malam. Banyak siswa bahkan orang tua berdatangan di tokonya.
Tidak kalah dengan Haris, bahkan ia menyebut kebanjiran orderan hingga 80 persen.
“Mencapai 80 persen penjualan,” tuturnya
Untuk harga pun kata dia mulai Rp 125 ribu untuk lengan pendek dan lengan panjang seharga Rp 140 ribu per setel nya.
Menurutnya peningkatan akan mengalami kenaikan hingga bulan Agustus mendatang. Saat mahasiswa mulai masuk kuliah.
Dalam pantauan, sejumlah anak SMP dan SMA terlihat sedang memilih seragam sambil bertanya harga pada pegawai. Mereka tampak senyum sumringah sambil bercanda dan tanya soal harga
Tidak hanya mereka, namun orang tua pun juga mengunjungi toko yang dimiliki Ulya dengan mengajak anaknya yang masih kecil.
Salah satu pembeli, Citra mengatakan membeli seragam untuk anaknya yang akan masuk ke sekolah dasar negeri yang ada di kota Semarang
“Beli seragam Pramuka untuk anak saya yang akan masuk SD,” ujarnya
Ia beralasan membeli seragam sekarang lantaran untuk antisipasi kehabisan stok dan ramai pengunjung.
“antisipasi aja,” tandasnya



