Ad imageAd image

Pembakar Al-Quran dan Penghina Nabi Muhammad Dieksekusi Mati di Iran

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 752 Views
2 Min Read
Ilustrasi bendera Iran. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Iran mengeksekusi dua pria yaitu Yousef Mehrdad dan Sadrollah Fazeli Zare, yang dijatuhi hukuman mati karena melakukan tindakan penistaan.

Mereka dikirim ke tiang gantungan karena divonis terbukti melakukan penistaan agama Islam, dengan menghina Alquran, dan nabi Muhammad.

Melansir dari Mizan News yang dikutip Anadolu Agency, Selasa (9/5/2023), kedua pria itu ditangkap pada Mei 2020 karena menjalankan saluran Telegram bernama “Kritik Takhayul dan Agama”, yang secara teratur mengunggah gambar yang dianggap menghujat Alquran dan tokoh Islam.

Pada April 2021, pengadilan di provinsi Arak tengah menghukum mati kedua pria itu karena menghina kesucian Islam.

Mizan News mengatakan, melalui aktivitas mereka di dunia maya, kedua pria itu telah “menyerang kesucian umat Islam dunia” serta “nilai-nilai budaya dan agama rakyat Iran.”

Mehrdad ditangkap di kampung halamannya, kota utara Ardabil. Dia digambarkan sebagai “pencipta dan pengelola jaringan virtual” yang terlibat dalam “aktivitas anti-Islam dan penghinaan terhadap kesucian Islam.”

Kegiatannya di dunia maya, kata Mizan News, bertujuan untuk “mempromosikan ateisme” di Iran, mengutip bahwa ia mengelola total 15 “saluran anti-Islam” virtual dengan nama berbeda.

Mehrdad juga dituduh membakar Alquran berdasarkan “film dokumenter” yang ditemukan penyelidik.

Kedua tindakan penistaan dan penghinaan terhadap tokoh Islam membawa hukuman mati dalam hukum Iran.

Eksekusi keduanya terjadi dua hari setelah warga negara ganda Swedia-Iran dieksekusi setelah dinyatakan bersalah memimpin kelompok separatis di barat daya provinsi Khuzestan.

Share this Article
Leave a comment