Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Pejabat Jateng Saling Lempar Tanggung Jawab, Polemik Hindran Damkar Dicor Kian Keruh
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Berita

Pejabat Jateng Saling Lempar Tanggung Jawab, Polemik Hindran Damkar Dicor Kian Keruh

By Dickri Tifani
Minggu, 04 Jan 2026
Share
5 Min Read
Perbaikan hidran yang dicor di depan Polsek Pedurungan. (Foto: Dok. DPU BMCK Jateng)
SHARE

INDORAYA – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jawa Tengah akhirnya memberikan penjelasan terkait hidran di Jalan Majapahit, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang yang tertimbun material cor akibat proyek perbaikan jalan di depan Polsek Pedurungan.

DPU BMCK Jateng menyebut, sebelum pekerjaan perbaikan jalan dilakukan, pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dengan PDAM Kota Semarang selaku pengelola jaringan air yang menjadi sumber hidran milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.

Namun, menurut DPU BMCK, koordinasi tersebut tidak mendapatkan respons cepat dari pihak PDAM. Kondisi inilah yang kemudian disebut menjadi salah satu penyebab terjadinya insiden hidran tertimbun material cor di lokasi proyek.

Menanggapi kejadian tersebut, DPU BMCK Jateng menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor ke depan, agar persoalan teknis di lapangan tidak terulang .

“Ke depan, koordinasi akan kami tingkatkan dan pihak yang diajak berkoordinasi juga diharapkan dapat merespons dengan cepat, sehingga permasalahan seperti ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Kepala DPU BMCK Jateng, Hanung Triyono, saat dikonfirmasi Indoraya.News melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/1/2026).

Hanung juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan hidran tersebut. Ia menyebut bahwa pada Kamis (1//12026), pihaknya kembali melakukan koordinasi dengan PDAM Kota Semarang.

Koordinasi tersebut berlanjut hingga dilakukannya perbaikan langsung di lapangan. Bahkan, pada Sabtu (3/1/2026) malam, hidran di depan Polsek Pedurungan telah diperbaiki sekaligus ditinggikan.

“Per tadi malam, pihak PDAM sudah melakukan perbaikan dan peninggian hidran tersebut,” jelasnya.

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai polemik koordinasi antarinstansi, Hanung menyarankan agar konfirmasi juga dilakukan kepada pihak PDAM Kota Semarang.

“Coba panjenengan cek di PDAM,” ucapnya.

Damkar Turun Langsung ke Lokasi

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait hidran di Jalan Majapahit yang tertimbun material cor akibat proyek perbaikan jalan.

Ade turun langsung ke lokasi bersama anggota Bidang Pencegahan Damkar Kota Semarang, Kelvin, guna memastikan kondisi hidran yang dilaporkan warga.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Ade mengaku heran hidran tersebut bisa tertimbun material cor tanpa adanya koordinasi sebelumnya.

“Mau ke Pedurungan ngecek hidran, sama Mas Kelvin dari bidang pencegahan, ngecek pilar hidran katanya kena cor dari yang bikin jalan. Kok iso yo, kurang koordinasi opo piye ya? Dipendem separo kok iso? Kok ra ana komunikasi, koordinasi. Coba kita cek ya, hujan-hujanan nggak papa, akhir tahun iki ya, kerjo, kerjo, kerjo,” ungkap Ade, sebagaimana diberitakan Indoraya.News, Minggu (4/1/2026).

Dalam unggahan tersebut, Ade juga menandai sejumlah instansi terkait agar bersama-sama mencarikan solusi atas laporan yang diterima pihak Damkar.

“Pripun niki @dpukotasemarang @dpubmckjateng @pu_jalan_jatengdiy @padamkotasemarang,” tulis Ade disertai emotikon tertawa.

Setibanya di lokasi, Ade kembali merekam video sambil menghampiri hidran yang dilaporkan warga. Salah satu anggota Damkar kemudian mengecek apakah hidran tersebut masih berfungsi.

“Iso dicor ngene iki kepiye (bisa dicor seperti ini bagaimana)? Buka dulu coba fungsi nggak? Keluar airnya? Oh masih keluar ya,” ucapnya.

Ade juga menghubungi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang untuk meminta penjelasan. Namun, pihak Dinas PU menyampaikan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Ternyata ini Jalan Nasional, berarti BPJN. Iki rak iso dienggo pie iki (ini tidak bisa digunakan, bagaimana ini). Sudah kontak PU, ternyata ini wilayahnya Balai Besar Jalan Nasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ade menegaskan pentingnya koordinasi sebelum pekerjaan pengecoran dilakukan, mengingat hidran merupakan fasilitas vital dalam penanganan kebakaran.

“Kalau posisi seperti ini, ada apa-apa sangat membantu Damkar. Meskipun pengelola hidran ada di PDAM, tapi yang menggunakan kan Damkar. Mohon difasilitasi segera, ditinggikan atau dipindahkan. Dibantu nggeh, matur suwun,” ujarnya.

Di akhir video, Ade menyampaikan bahwa penanganan hidran yang tertimbun material cor tersebut menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jawa Tengah. Ia juga menyebut pihak terkait telah merespons laporan yang disampaikan.

“Ternyata DPU Bina Marga Cipta Karya yang menangani. Ini habis di-DM dan ingin datang. Nanti saya tag supaya jadi perhatian,” pungkasnya.

TAGGED:Hidran DicorKrisis HidranPejabat JatengSaling Lempar Tanggung Jawab
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin

Selasa, 13 Jan 2026
Berita

Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Pasar Kobong Semarang Dirobohkan Satpol PP

Senin, 12 Jan 2026
Berita

Ditekan Aksi Ratusan Eks Buruh Sritex, PN Semarang Janji Akan Evaluasi Kinerja Kurator

Senin, 12 Jan 2026
Berita

Aksi Buruh Sritex di Semarang Memanas, Pengadilan Didesak Evaluasi Kurator

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?