INDORAYA – Puluhan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kordinator Komisariat (Korkom) Walisongo Semarang menggelar aksi galang dana kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Aksi dilakukan pada Kamis (4/12/2025) oleh 30-40 kader di tiga titik padat lalu lintas Kota Semarang. Yakni Lampu Merah Krapyak, Lampu Merah Kalibanteng, dan Lampu Merah Kawasan Sam Poo Kong.
Formateur terpilih HMI Korkom Walisongo, Reza Panca Fauzi menjelaskan, aksi galang dana ini berangkat dari empati dan keprihatinan atas bencana yang menimpa masyarakat Sumatera.
“Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan kita melihat saudara-saudara di Sumatera yang terdampak banjir dan longsor. Teman-teman langsung menginisiasi bergerak bersama untuk membantu,” jelas Panca.
Ia menyampaikan bahwa dana yang dikumpulkan berupa uang tunai dan seluruhnya akan disalurkan untuk kebutuhan darurat warga terdampak. Panca juga menuturkan bahwa pemilihan lokasi galang dana didasarkan pada tingkat kepadatan arus kendaraan sehingga lebih efektif untuk menjangkau masyarakat.
“Karena tiga titik itu adalah jalur ramai dan strategis. Kita bergerak di tiap titik lampu merah yang arus kendaraannya tinggi, jadi lebih banyak peluang bertemu masyarakat yang ingin ikut berdonasi,” paparnya.
Menurutnya, respon masyarakat selama aksi berlangsung sangat positif, bahkan beberapa pengendara turut memberikan semangat bagi para kader.
“Alhamdulillah responsnya positif banget, bahkan ada yang ikut nyemangatin teman-teman di lapangan,” ungkap Panca.
Ia menjelaskan, aksi lapangan hanya berlangsung selama dua hari karena target donasi telah terpenuhi, meski donasi online masih dibuka hingga akhir minggu. Dia menekankan transparansi dalam pengelolaan donasi.
“Semua dana yang masuk tercatat, baik transfer maupun tunai. Laporannya akan kami publikasikan terbuka di media sosial HMI Korkom Walisongo,” imbuh Panca.
Pihaknya berharap aksi ini menjadi teladan bagi mahasiswa dan membudayakan kepedulian sosial.
“Semoga bantuan ini meringankan beban warga yang terdampak. Jangka panjangnya, saya berharap kegiatan sosial seperti ini menjadi budaya—kita peka, cepat tanggap, dan selalu hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Selain kader HMI, Korps HMI-wati (Kohati) Korkom Walisongo turut aktif dalam kegiatan ini. Formateur terpilih Kohati Korkom Walisongo, Neneng Khaerunisa, menyampaikan bahwa keterlibatan kader perempuan menjadi bagian penting dalam gerakan sosial kemanusiaan.
“Kohati ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai organisasi perempuan tapi sebagai gerakan kemanusiaan. Ketika ada saudara kita yang membutuhkan bantuan, Kohati merasa terpanggil untuk turun langsung,” tutur Neneng.
Ia menilai aksi ini menunjukkan solidaritas dan empati kader Kohati yang berani bergerak, bukan hanya berbicara konsep. Dia berharap, sinergi HMI dan Kohati dalam kegiatan sosial dapat terus berjalan, memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan bekerja bersama, saya yakin kegiatan sosial kita akan lebih berdampak, lebih terstruktur, dan bisa menjangkau lebih banyak pihak yang membutuhkan.” tutup Neneng


