INDORAYA – Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra merespon usulan kader PDI Perjuangan agar institusi Polri di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna meminimalisir adanya intervensi aparat kepolisian dalam Pemilu.
Dia menilai bahwa usulan PDI Perjuangan itu terkesan emosional karena kalah dalam Pilkada Jateng. Menurutnya, setiap usulan harus berbasis kajian mendalam.
“Kalau mengusulkan sesuatu itu jangan emosional, dengan kajian mendalam lah,” kata Herzaky Mahendra di Kota Semarang, Kamis (6/12/2024).
Terkait usulan tersebut, dia mengatakan bahwa mayoritas fraksi di DPR RI menolak Polri berada di bawah Kemendagri.
“Sampai hari ini usul kan tidak diterima di DPR ya,” ucap Herzaky.
Menurutnya, jika memang PDIP merasa ada kekurangan di tubuh institusi Polri, sebaiknya dievaluasi dan diperbaiki.
Soal tudingan adanya keterlibatan partai coklat (parcok) atau aparat kepolisian dalam memenangkan paslon tertentu di Pilkada 2024, dia meminta PDIP tidak mencari kambing hitam.
Herzaky meminta elit PDI Perjuangan untuk menerima kekalahan dengan lapang dada sebagai wujud jiwa kesatria.
“Jangan kemudian misalnya playing victim. Jangan menyalah-nyalahkan, kalau kalah berjiwa kesatria, menerima dengan lapang dada dong,” kata orang dekat AHY itu.
Sebelumnya usulan Polri berada di bawah Kemendagri ini disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus supaya tidak ada intervensi dalam gelaran Pemilu. Polisi diminta berfokus pada tugas pengamanan terhadap masyarakat.


