Ad imageAd image

PDIP Jateng Targetkan 12 Daerah Lawan Kotak Kosong di Pilkada Serentak 2024

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 570 Views
2 Min Read
Bendahara DPD PDIP Jawa Tengah, Agustina Wilujeng. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan calon kepala daerah di 12 kabupaten/kota akan melawan kotak kosong pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

Bendahara PDIP Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan, pihaknya sudah melakukan prediksi dini terkait peta politik di Pilkada kali ini. Pihaknya menargetkan calon yang akan diusung PDIP di 12 daerah di Jateng berpeluang melawan kotak kosong.

“Harapan kita mungkin ada bisa 12 dalam 35 kabupaten/kota, tapi masih terlalu dini untuk bisa menyatakan hari ini bisa berapa (kotak kosong). Tapi target kita ada 12 kotak kosong,” katanya usai kegiatan Fit dan Proper Test Calon Kepala Daerah di Kantor PDIP Jateng, Kamis (27/6/2024).

Dia menyebutkan sejumlah daerah yang kemungkinan besar akan menghadapi kotak kosong pada Pilkada serentak 2024 nanti. Meliputi Kabupaten Purbalingga, Grobogan, Semarang, dan Kota Semarang.

Meski begitu, saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan peluang melawan kotak kosong. Pasalnya proses komunikasi antar partai masih cair dan pendaftaran Pilkada juga masih dua bulan lagi.

“Purbalingga jelas ya, kemudian sepertinya Grobogan, Kabupaten Semarang. Tapi semuanya masih terlalu cair untuk kita bicara apakah ini kotak kosong, terus Kota Semarang,” ucap Anggota DPR RI tersebut.

Namun yang jelas, kata Agustina, jika melawan kotak kosong, energi yang akan dikeluarkan tidak terlalu besar. Sehingga kegiatan masyarakat bisa terus berjalan dan potensi konflik sosial tidak tinggi meski gelaran Pilkada 2024 dilaksanakan.

“Kalau dengan kotak kosong itu energinya secara emosional kan tidak begitu besar, sehingga kegiatan masyarakat juga bisa berjalan seperti biasanya, tetapi agenda politik Pilkada tetap terjaga,” ungkap Agustina.

“Sehingga masa-masa pasca Pemilu legislatif dan Pilpres yang demikian gemuruh secara otomatis ketika bergeser ke Pilkada bisa lebih baik,” tandasnya.

Share this Article