INDORAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan keamanan makanan bagi para penerima manfaat.
Dia menekankan, aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, tata kelola yang baik dan berpedoman pada standar operasional yang berlaku menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah.
Hal ini disampaikan Dyah Tunjung saat menghadiri peluncuran dapur umum Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Minggu (1/2/2026).
“Kami mendorong agar pelaksanaan MBG benar-benar memperhatikan standar keamanan pangan, karena program ini memiliki tujuan yang baik dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak,” kata dia.
DPRD Kota Semarang memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah, termasuk MBG. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan agar program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Kami sebagai legislatif akan turut memantau pelaksanaan MBG. Pengawasan ini penting agar program berjalan sesuai standar, mulai dari proses pengolahan makanan hingga distribusi kepada penerima manfaat,” ungkap Mbak Tunjung, sapaan akrabnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong keterlibatan dinas terkait dalam pengawasan pelaksanaan program. Menurutnya, pengawasan lintas sektor diperlukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga serta distribusi berjalan tepat sasaran.
“Kami akan mendorong keterlibatan dinas terkait dalam proses pengawasan, mulai dari produksi makanan, pengemasan, hingga distribusi. Dengan begitu, kualitas dan keamanan makanan bisa benar-benar terjamin,” tegas legislator Gerindra tersebut.
Mbak Tunjung berharap program MBG dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ia menilai, pemenuhan gizi yang baik menjadi fondasi penting dalam menciptakan SDM sehat, berkualitas, dan berdaya saing. Hal ini juga mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Program MBG ini sangat baik karena menyasar pemenuhan gizi masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus benar-benar diawasi agar manfaatnya maksimal dan masyarakat merasa aman terhadap makanan yang dikonsumsi,” pungkasnya.


