INDORAYA – Parkir sembarangan atau parkir liar di luar zona kawasan parkir diprediksi akan terjadi di Kota Semarang saat libur Hari Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Hal ini pun berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Parkir liar kendaraan diperkirakan akan terjadi di kawasan wisata maupun mall yang menjadi kunjungan wisatawan. Adapun penyebabnya, tarif parkir yang dibayarkan di luar batas yang ditentukan.
Mengantisipasi adanya parkir liar yang berpotensi memicu kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mulai memetakan kantong-kantong parkir saat Nataru yang tinggal menghitung hari.
Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, kantong parkir menjadi hal yang perlu dipersiapkan dalam menyambut Nataru. Termasuk di kawasan wisata Kota Lama yang bakal ramai dikunjungi oleh wisatawan.
Terkait kantong parkir di Kota Lama, Dishub bekerjasama dengan manajemen stasiun Tawang dan Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengatasi angkutan besar. Untuk kendaraan roda dua, kawasan Kota Lama Semarang sudah lebih dari cukup.
“Jadi untuk kedatangan kendaraan besar, seperti bus, akan kira arahkan ke Tawang. Kendaraan kecil, sekitaran Kota Lama sudah banyak. mulai dekat Museum Kota Lama, terus samping Eks Damri itu juga bisa buat kendaraan kecil. Jadi semua sudah kita antisipasi,” jelas Endro saat dihubungi lewat sambungan telepon.
Selain kawasan Kota Lama Semarang, lanjut Endro, pusat pembelanjaan oleh-oleh juga menjadi perhatian. Termasuk, tempat ibadah umat kristen yang bakal ramai pada saat perayaan Hari Natal tanggal 26 Desember.
“Nanti kantong parkir disediakan di sekitar Kantor DKK (Dinas Kesehatan Kota) Semarang. Terus puncak Natal ada lagi, tempat ibadah, terutama gereja yang jamaahnya besar, misal Gereja Belentuk Kota Lama, terus Katerdal Tugu Muda, nantinya akan kami antisipasi agar tak macet,” ucapnya.
Menurut Endro, masih banyak parkir liar yang menaikan harga di luar batas tarif yang ditentukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Pengawasan secara ketat akan diberlakukan Dishub untuk mengantisipasi parkir liar.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terayu untuk parkir di luar kantong parkir yang telah disediakan. Endro mengajak masyarakat untuk tertib dalam menjalankan peraturan saat Nataru.
“Wisatawan itu kebanyakan mencari mudahnya, misal di Kota Lama parkir yang disediakan memang cukup jauh, mereka malas jalan kaki, jadi mau saja diarahkan sembarangan (sama parkir liar). Nanti akan kami tindak tegas, karena ini permasalahan serius juga,” tegas Endro.


