Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Paradoks Manusia Era Digital: Terhubung ke Internet, Tetapi Terputus dari Sesama
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
OpiniTeknologi

Paradoks Manusia Era Digital: Terhubung ke Internet, Tetapi Terputus dari Sesama

By Rizki Amelia
Senin, 08 Des 2025
Share
3 Min Read
Paradoks Manusia Era Digital: Terhubung ke Internet, Tetapi Terputus dari Sesama
SHARE

INDORAYA – Kita selalu memiliki akses internet di hidup kita, tetapi semakin banyak remaja yang merasa sendirian meskipun ada begitu banyak platform digital untuk berinteraksi. Ada banyak platform online, tetapi tidak banyak tempat nyata di mana orang benar-benar mendengarkan.

Oleh karena itu, banyak remaja lebih memilih untuk mencurahkan isi hati mereka kepada chatbot atau kecerdasan buatan (AI). Bukan karena mereka tidak punya teman, tapi mereka takut dianggap drama jika menunjukkan kelemahan mereka. Ini bukan hanya terjadi pada beberapa orang.

Sebuah studi di Swedia menemukan bahwa siswa dan remaja yang menggunakan chatbot untuk mengekspresikan perasaannya merasa seolah-olah selalu ada seseorang yang mendengarkan, meskipun itu bukan manusia sungguhan (Björk dkk., 2023).

AI memberikan jawaban, bukan perasaan. Studi lain menunjukkan bahwa chatbot AI dapat mengurangi depresi pada remaja, tetapi belum terbukti efektif dalam membantu mereka membangun hubungan sosial yang langgeng (Gaffney dkk., 2022). Artinya, perasaan mungkin membaik untuk saat ini, tetapi rasa terhubung akan memudar.

Inilah hal aneh tentang generasi terbesar saat ini. Kita semakin pandai menyembunyikan perasaan karena takut dihakimi jika jujur pada orang lain. AI tidak pernah sedih atau menyalahkan Anda, jadi kita terbiasa berbicara dengan mesin dan tidak familiar dengan pelukan yang sebenarnya kita butuhkan.

Misalnya, seorang remaja yang merasa cemas tetapi tidak ingin berbicara dengan siapa pun yang dia kenal mungkin akan mengambil handphonenya dan menggunakan chatbot AI untuk menenangkan diri. Chatbot AI bisa mengatakan hal-hal baik, tapi tidak bisa menggantikan kehangatan dan bantuan nyata dari teman atau anggota keluarga.

Teknologi bukan hal yang buruk. AI bisa menjadi ruang aman pertama untuk merapikan pikiran saat kita tidak yakin dengan siapa harus bicara. Tapi, itu tidak boleh menjadi satu-satunya tempat untuk bersembunyi. Memperbaiki perasaan membutuhkan sentuhan manusia: percakapan nyata, menunjukkan bahwa kita peduli, dan bantuan yang datang dari hubungan nyata.

Tidak peduli seberapa baik sebuah chatbot AI, ia tidak akan pernah benar-benar memahami apa yang Anda maksud dengan “saya di sini”. Jika kita ingin tetap sehat secara emosional, kita membutuhkan lebih dari sekadar internet. Kita perlu cukup berani untuk saling mendukung satu sama lain. Jangan biarkan diri kita terhubung dengan internet tetapi terputus dari kehangatan manusia.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
ByRizki Amelia
Mahasiswi UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Teknologi

Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri

Selasa, 13 Jan 2026
Opini

Satu Barisan untuk Kaderisasi

Senin, 12 Jan 2026
Teknologi

Masa Aktif Kuota Internet 28 Hari Dinilai Tak Adil dan Rugikan Konsumen

Minggu, 11 Jan 2026
Teknologi

BRIN Kembangkan Sensor Lingkungan Cerdas untuk Pemantauan Pencemaran Berkelanjutan

Jumat, 09 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?