Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Panitia Tak Terima Lomba Tari Janjikan Piala Gubernur Jateng Disebut Abal-abal
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Panitia Tak Terima Lomba Tari Janjikan Piala Gubernur Jateng Disebut Abal-abal

By Athok Mahfud
Selasa, 07 Jan 2025
Share
3 Min Read
Ketua panitia lomba tari dari Semarang Economy Creative (SEC) Mei Sulistyoningsih. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Panitia lomba tari tradisional dari Semarang Economy Creative (SEC) yang menjanjikan piala gubernur tidak terima event yang rencananya digelar di Taman Indonesia Kaya Semarang pada 20 Desember 2024 disebut lomba abal-abal karena gagal digelar.

Atas kegagalan pelaksanaan lomba ini, Ketua panitia lomba tari dari SEC, Mei Sulistyoningsih dilaporkan perwakilan korban ke Polda Jawa Tengah pada 26 Desember lalu. Korban merasa ditipu dengan lomba membawa embel-embel piala Gubernur Jateng.

Mei Sulistyoningsih mengatakan, dirinya tidak terima lomba yang ia gelar disebut abal-abal atau tak berizin resmi. Ia juga membantah jika panitia baru mengajukan izin tiga hari sebelum acara berlangsung.

Mei mengaku telah mengirim surat ke Kantor Gubernur sejak 11 November 2024 atau sebulan lebih sebelum acara digelar. Surat pertama yang dikirim Mei terkait permintaan bantuan piala.

“Surat diterima TU Gubernuran tanggal 11 November, surat itu permohonan piala benar, tapi kita nggak minta 60. Kita sudah punya banyak, dibantu sponsor,” kata dia kepada wartawan, Senin (6/1/2025).

Dia menyebut, pihak Gubernuran mengaku tidak bisa menyerahkan piala karena tidak memiliki anggaran. Gubernuran kemudian mengarahkan untuk mengajukan ke Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM) Jawa Tengah.

Namun hasilnya sama saja. Diskop UMKM Jateng juga tidak memiliki anggaran untuk bantuan piala. Ia akhirnya menyampaikan surat penyematan nama trofi Gubernur pada 17 November. Hanya saja, surat itu tak mendapat balasan.

“Tanggal 17 surat masuk ke Gubernuran. Isinya permohonan penyematan, tidak lagi minta piala karena kita udah tahu gak ada uangnya, kenapa tidak diberikan jawaban? Harusnya kita bersurat, jawabannya pake bersurat,” beber Mei.

Berikutnya, Mei dan panitia SEC tetap menggelar lomba tari pada 20 Desember 2024 meski belum ada surat balasan. Alasannya, Disporapar Jawa Tengah ternyata sudah lebih dahulu memberi bantuan piala untuk lomba senam.

Karena bantuan Disporapar itu, Mei menganggap jika Gubernuran akan memberikan izin terkait penyematan nama piala Gubernur.

Di lain hal, Mei juga menekankan jika Gubernuran seharusnya memberikan kepastian izin dalam rentang tanggal 17-20 Desember itu. Baik secara tersurat maupun lisan.

“Selama surat penolakan atau tidak diizinkan belum ada, kami menganggap itu baru proses. Bisa saja memberikan surat keterangan ke pemenang, pialanya nyusul,” bebernya.

Selain itu, Mei juga mengaku tidak terima atas keterangan Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Woro Boedisayekti kepada awak media yang menyebut dirinya baru izin tiga hari sebelum lomba berlangsung.

Menurut Mei, keterangan Woro memicu kemarahan publik yang berlebih.

“Saya tidak bisa menerima bahwa dianggap abal-abal. Izin kami masuk tanggal 11 November. Kita dilempar ke Diskop, Diskop tidak punya uang, kita disuruh kembali untuk minta izin penyematan,” tandasnya.

TAGGED:Lomba Tari Piala Gubernur JatengSemarang Economy Creative
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Collaborative Government untuk Majukan Jawa Tengah Kamis, 11 Des 2025
  • Targetkan Kurangi Backlog 1,3 Juta Rumah dalam Lima Tahun, Pemprov Jateng Maksimalkan Simperum dan KKN Tematik Kamis, 11 Des 2025
  • Gus Yasin Ajak Guru di Jateng Lebih Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi Kamis, 11 Des 2025
  • Mediasi Sengketa Arsip Ijazah Jokowi Gagal, Pemohon Siap Tempuh Ajudikasi di KIP Jateng Rabu, 10 Des 2025
  • Harga Cabai Naik 2 Kali Lipat, TPID Jateng Intensifkan Operasi Pasar di 2 Kota Ini Rabu, 10 Des 2025
  • Udinus Semarang Borong 7 Penghargaan Abdidaya Ormawa 2025 Rabu, 10 Des 2025
  • 2.354 PPPK Paruh Waktu Dilantik, Semarang Komitmen Perbaiki Layanan Publik Rabu, 10 Des 2025

Berita Lainnya

Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Collaborative Government untuk Majukan Jawa Tengah

Kamis, 11 Des 2025
Jateng

Targetkan Kurangi Backlog 1,3 Juta Rumah dalam Lima Tahun, Pemprov Jateng Maksimalkan Simperum dan KKN Tematik

Kamis, 11 Des 2025
Jateng

Gus Yasin Ajak Guru di Jateng Lebih Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi

Kamis, 11 Des 2025
Jateng

Mediasi Sengketa Arsip Ijazah Jokowi Gagal, Pemohon Siap Tempuh Ajudikasi di KIP Jateng

Rabu, 10 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?