Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Panen Besar, Untung Kecil; Heri Pudyatmoko Soroti Kesenjangan Nilai Tambah di Sektor Pertanian
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Panen Besar, Untung Kecil; Heri Pudyatmoko Soroti Kesenjangan Nilai Tambah di Sektor Pertanian

By Ainun Nafisah
Rabu, 17 Des 2025
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko
SHARE

INDORAYA — Kesenjangan nilai tambah di sektor pertanian masih menjadi persoalan mendasar yang menghambat peningkatan kesejahteraan petani. Produksi yang melimpah belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan, terutama di tingkat hulu.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menilai bahwa persoalan utama pertanian saat ini bukan semata produktivitas, melainkan lemahnya pengelolaan pascapanen dan rantai nilai yang belum berpihak pada petani.

“Petani kita bekerja di sektor paling dasar, tapi justru menikmati nilai ekonomi paling kecil. Ketika hasil panen keluar dari tangan petani, nilai tambahnya melonjak, namun keuntungannya tidak kembali ke mereka,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan struktural dalam sistem pertanian daerah. Petani masih dominan berperan sebagai produsen bahan mentah, sementara proses pengolahan, distribusi dan pemasaran dikuasai pihak lain yang memiliki akses modal, teknologi dan pasar.

Heri menyoroti komoditas hortikultura dan pangan sebagai contoh nyata. Di banyak daerah sentra pertanian Jawa Tengah, harga di tingkat petani sering berfluktuasi tajam, sementara harga di pasar akhir relatif stabil atau bahkan tinggi.

“Ini bukan semata soal pasar, tapi soal siapa yang menguasai mata rantai nilai. Selama petani hanya berhenti di panen, kesejahteraan akan sulit meningkat,” tegasnya.

Ia menilai, upaya hilirisasi pertanian harus diarahkan untuk memperkecil kesenjangan tersebut. Namun, hilirisasi tidak cukup dimaknai sebagai pembangunan industri besar, melainkan penguatan kelembagaan petani, koperasi dan unit pengolahan skala lokal yang terintegrasi dengan logistik serta pembiayaan.

“Kalau pengolahan hasil pertanian bisa dilakukan dekat dengan sentra produksi, nilai tambahnya bisa tinggal di desa. Di situlah pertanian menjadi alat pemerataan, bukan sekadar sektor produksi,” jelas Heri.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan pertanian berjalan konsisten dan lintas sektor, mulai dari infrastruktur, akses permodalan, hingga kepastian pasar.

Heri juga mengingatkan bahwa tanpa intervensi kebijakan yang tepat, kesenjangan nilai tambah berpotensi mendorong petani muda meninggalkan sektor pertanian karena dianggap tidak menjanjikan masa depan.

“Kalau pertanian tidak memberikan nilai ekonomi yang layak, regenerasi petani akan terhenti. Ini bukan hanya soal petani hari ini, tapi soal ketahanan pangan kita ke depan,” katanya.

“Pertanian harus dilihat sebagai sistem ekonomi yang utuh. Ketika nilai tambahnya timpang, yang harus dibenahi bukan petaninya, tetapi sistemnya,” pungkasnya. [Adv]

TAGGED:Heri Pudyatmoko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Revitalisasi Museum, dari Gudang Artefak Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Senin, 09 Feb 2026
Jateng

Februari Puncak Musim Hujan, Warga Jateng Diminta Waspada Bencana Hidrometereologi

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?