Ad imageAd image

Pameran Wayang di Museum Ranggawarsita Dibuka Hingga 13 Mei, Tampilkan 40 Rupa Wayang Nusantara

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 925 Views
5 Min Read
Penampilan wayang beber dalam pembukaan Pameran Tematik "Rupa Wayang Nusantara" di Museum Ranggawarsita Kota Semarang, Selasa (9/5/2023). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Sebanyak 40 ragam jenis dan bentuk wayang nusantara dipamerkan di Arena Selasar Museum Ranggawarsita, Kota Semarang. Pameran tematik bertajuk “Rupa Wayang Nusantara” ini dibuka mulai Selasa hingga Sabtu, 8 – 13 Mei 2023.

Pameran tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Uswatun Hasanah. Selain itu, perwakilan guru bersama puluhan siswa dari berbagai sekolah di Jateng juga hadir menyaksikan pembukaan pameran ini.

Agenda tersebut semakin semarak dan meriah dengan seremonial yang menyuguhkan beragam kreativitas dan kearifan lokal. Mulai dari penampilan tarian wayang wanara (manusia berekor monyet), permainan karawitan, dan pertunjukan wayang beber.

Kepala Museum Ranggawarsita, Djoko Nugroho Witjaksono menyebutkan, hampir semua koleksi yang ada di museum dipamerkan. Totalnya ada 40 jenis wayang dari periode masa lampau hingga masa kontemporer

Di antaranya adalah wayang purwa, wayang golek, wayang suket, wayang klithik, wayang erus, wayang beber, wayang poethi, wayang kancil, dan lain-lain. Masing-masing wayang yang dipamerkan di museum ini disertai keterangan berupa identitas dan filosofinya.

Djoko mengatakan, pameran tematik bertema besar wayang ini sebagai wujud penghargaan dan apresiasi terhadap beragam jenis wayang yang telah lahir, tumbuh, berkembang, dan mengedukasi masyarakat luas, dari zaman aksara kuno hingga zaman modern.

“Kami ingin membuat masyarakat, generasi muda memahami diri sendiri melalui kebudayaan yang dimilikinya. Kalau gak mengenal wayang rasanya belum pas jadi orang Jawa Tengah,” katanya kepada Indoraya.news usai pembukaan pameran tersebut, Selasa (9/5/2023).

Seorang pengunjung sedang fokus memotret Wayang Dewa Ruci dalam Pameran Tematik “Rupa Wayang Nusantara” di Museum Ranggawarsita Semarang. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya).

Wayang merupakan salah satu warisan budaya yang harus terus dilestikan. Wayang bukanlah sekadar tontonan, melainkan bisa menjadi tuntunan. Pasalnya dalam setiap lakon pewayangan banyak terkandung nilai edukasi yang dapat dijadikan prinsip dalam menjalani hidup.

“Contoh-contoh orang alim, orang yang licik, dan sebagainya, ada di wayang. Semua memberi pelajaran kepada kita bagaimama menjalani hidup ini supaya lebih baik. Dan itu bisa ditemukan melalui pelajaran yang dipetik,” beber Djoko.

Dalam pameran yang digelar selama lima hari ini, Musesum Ranggawarsita Semarang menargetkan sebanyak 7.000 pengunjung. Selain mengenalkan budaya Jawa, pameran tersebut diharapkan juga bisa menambah jumlah pengunjung.

“Kita targetkan 7.000 pengunjung. Kami sudah kerja sama dengan sekolah, kami undang mereka untuk hadir. Semua bisa datang, nyaman di sini, dan betah dan pulang bisa manfaat,” ungkapnya.

Wayang Sumber Inspirasi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Uswatun Hasanah turut mengapresiasi gelaran tersebut. Menurutnya, wayang bisa menjadi sumber inspirasi dan penguat pendidikan karakter pelajar dan generasi muda.

“Kita gak usah kemana-mana mencari sumber untuk menginpirasi penguatan pendidikan karakter. Ssbenarnya kalau kita menggali budaya kita sendiri insyaallah semuanya sudah tersajikan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Uswatun Hasanah saat menghadiri Pameran Tematik “Rupa Wayang Nusantara” di Museum Ranggawarsita Semarang, Selasa (9/5/2023). (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

Melalui pameran ini, ia mengajak masyarakat bangga menjadi orang Indonesia yang memiliki kekayaan ragam budaya. Wayang menjadi satu di antara banyak warisan yang diakui UNESCO sebagai masterpiece of Oral and Intangibel Heritage of Humanity pada 2003 silam.

“Wayang merupakan warisan budaya menjadi identitas keunggulan peradaban bangsa di masa lampau. Salah satunya adalah wayang yang diakui UNESCO. Hal ini berarti wayang mendapatkan pengakuan dunia,” beber Uswatun.

Sementara salah satu pengunjung dari SMP Nusa Bhakti Semarang, Robbi Bagas Saputra merasa senang bisa berkunjung ke pameran di Museum Ranggawarsita ini. Ia bisa menjadi tahu jenis-jenis wayang setelah mengikuti pameran.

“Tadi datang sama teman-teman sekolah jam setengah 10. Wayangnya bagus-bagus, jadi tahu jenis-jenisnya. Ada wayang purwa, ada wayang potehi, dan lain-lain. Pengennya banyak acara seperti kayak gini,” ucap Bagas.

Sebagai informasi, pameran tematik bertema “Rupa Wayang Nusantara” ini masih dibuka hingga tanggal 13 Mei 2023. Bertempat di Museum Ranggawarsita, di Jalan Abdurrahman Saleh, Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Share this Article
Leave a comment