INDORAYA – Semarang Art Gallery menghadirkan pameran seni rupa bertajuk Rupa Cara Keberadaan yang menampilkan sekitar 50 karya dari 25 seniman Komunitas Seni Sakato. Pameran ini berlangsung selama dua bulan, mulai 20 Desember 2025 hingga 22 Februari 2026.
Pameran Rupa Cara Keberadaan menghadirkan beragam praktik visual yang berangkat dari pengalaman hidup dan latar pemikiran masing-masing seniman. Para seniman Sakato merupakan perupa asal Padang yang sebagian besar menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Staff Semarang Art Gallery, Wisnu Bharata, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan pameran kelompok yang menampilkan keragaman pendekatan visual tanpa diarahkan pada satu kecenderungan gaya tertentu.
“Untuk pameran kali ini kita memamerkan sekitar 50 karya dari 25 seniman Komunitas Sakato. Karya-karya ini lahir dari pengalaman personal masing-masing seniman, dari masa mereka kuliah hingga perjalanan berkarya saat ini,” ujar Wisnu saat ditemui Indoraya.news, Jumat (26/12/2025).
Beragam medium dihadirkan dalam pameran ini, mulai dari lukisan cat minyak, cat akrilik, watercolor, charcoal, hingga karya tiga dimensi berupa patung berbahan resin serta karya rajut berbasis benang.
Menurut Wisnu, tema Rupa Cara Keberadaan mengajak pengunjung membaca relasi antara ruang, pengalaman hidup, dan keberadaan manusia dalam keseharian. Setiap karya menawarkan sudut pandang yang berbeda sesuai dengan pengalaman dan perjalanan hidup masing-masing seniman.
“Setiap seniman punya kejadian dan pengalaman yang berbeda-beda. Itu yang kemudian diterjemahkan ke dalam karya, sehingga pembacaannya juga sangat terbuka,” imbuh dia.
Salah satu pengunjung Rian Nugraheni (35), warga Semarang Timur, memilih berkunjung ke galeri seni untuk mengisi waktu liburan. Rian mengaku sengaja datang ke Semarang Art Gallery karena ingin mencari pengalaman berbeda dibandingkan sekadar menghabiskan waktu di kafe.
Ia menilai pameran seni menjadi alternatif untuk memanjakan pancaindra dan memberi ruang refleksi.
“Saya bosan kalau liburan cuma ke kafe atau nonton. Jadi pengin cari yang lebih ‘nyeni’, biar imbang memanjakan pancaindra dengan hal-hal yang beda,” tuturnya.
Ia mengungkapkan ketertarikannya pada karya rajut yang dipamerkan. Menurutnya, detail dan proses penciptaan karya tersebut menghadirkan kesan mendalam.
“Yang paling menarik buat saya itu karya rajutan. Saya sampai membayangkan proses dan batin senimannya, detailnya, kesabarannya. Melihatnya saja bikin saya enggak bisa berkedip,” ungkap Rian.
Rian juga mengaku rutin mengikuti informasi pameran di Semarang Art Gallery melalui media sosial. Ia menyebut galeri ini menjadi salah satu pilihan ruang seni yang mudah diakses dan konsisten menghadirkan agenda pameran setiap bulan.
Selain dipamerkan, sejumlah karya dalam pameran ini juga dapat dimiliki oleh pengunjung yang berminat. Pameran Rupa Cara Keberadaan diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan antara seniman dan masyarakat sekaligus menghadirkan jeda reflektif di tengah ritme kehidupan sehari-hari.


