Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Organda Tolak Bajaj Maxride Beroperasi di Semarang, Dianggap Bikin Kota Makin Semrawut
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Organda Tolak Bajaj Maxride Beroperasi di Semarang, Dianggap Bikin Kota Makin Semrawut

By Dickri Tifani
Senin, 29 Sep 2025
Share
4 Min Read
Seorang wisatawan sedang menikmati Bajaj Maxride di kawasan Kota Lama Semarang. (Foto : Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Kehadiran Bajaj Maxride di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) mendapatkan penolakan keras dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) karena dianggap membuat kota semakin semrawut.

Ketua DPC Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo menegaskan, keberadaan transportasi roda tiga itu tidak sesuai dengan konsep transportasi yang diusung oleh Pemkot Semarang.

Deklarasi penolakan ini dilayangkan di Kantor DPC Organda Kota Semarang, Minggu (28/9/2025). Selain Organda, deklarasi penolakan juga diikuti oleh Paguyuban Angkutan Kota Semarang dan perwakilan transportasi online seperti Gojek, Grab, hingga Maxim.

“Rapat tersebut menghasilkan keputusan menolak keberadaan dan operasional bajaj di Kota Semarang,” tegas Bambang seusai musyawarah bersama Paguyuban Angkot dan driver online.

Dia membeberkan lima alasan penolakan keberadaan Bajaj Maxide di Kota Semarang. Pertama, munculnya bajaj akan menambah kemacetan lalu lintas.

Kedua, tidak sejalan dengan semangat pemerintah mendorong moda transportasi massal (mass public ransportation). Ketiga, Bertentangan dengan program transportasi ramah lingkungan (green transportation).

Keempat, kondisi transportasi umum di Kota Semarang sudah mencapai titik jenuh. Kelima, kehadiran bajaj dapat merusak estetika kota.

Ia menambahkan, kehadiran bajaj yang tiba-tiba tanpa koordinasi dengan Organda maupun paguyuban membuat para pelaku transportasi terkejut.

“Kalau wong Jawa bilang ini ujug-ujug (tiba-tiba). Bajaj sudah terlihat beroperasi di jalanan, bahkan awalnya kami tahu dari media sosial. Kehadirannya jelas menambah semrawut lalu lintas yang sudah padat,” tegas Bambang.

Dianggap Bikin Kota Makin Semrawut

Menurut dia, penolakan ini bukan karena takut berkurangnya pendapatan sopir angkot maupun driver online. Namun isu utamanya adalah menjaga wajah transportasi Semarang agar tetap modern dan berkelas.

“Bukan soal omzet, tapi bagaimana menjaga estetika kota. Kehadiran bajaj hanya akan menambah polusi dan membuat lalu lintas makin semrawut,” ungkap Bambang.

Ia menilai, langkah Pemkot seharusnya diarahkan pada penguatan transportasi berbasis listrik, seperti bus listrik, yang lebih ramah lingkungan.

“Program pemerintah jelas, mendorong penggunaan transportasi listrik. Kalau bajaj masih berbahan bakar dua tak, bisa dibayangkan polusi dan kemacetan makin parah,” ucap dia.

Sebagai tindak lanjut, Organda bersama perwakilan pelaku transportasi berencana mengirim surat resmi kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dengan tembusan ke Komisi C DPRD Semarang, Dinas Perhubungan, dan Polrestabes.

“Senin kami layangkan surat. Kalau tidak ada tanggapan dari Pemkot, kami sepakat akan turun ke jalan,” pungkasnya.

Pilihan Wisatawan Berkeliling Semarang

Meski mendapatkan penolakan, sebagian menilai transportasi roda tiga ini bisa menjadi pilihan menarik bagi wisatawan untuk berkeliling ke destinasi populer seperti Tugu Muda hingga Kota Lama, atau sekadar jalan sore bersama teman.

Hal itu dirasakan warga Rowosari, Lu’luil Maknun. Ia mengaku biaya perjalanan dengan bajaj lebih murah dibandingkan ojek online mobil.

“Menurutku lebih murah dibandingkan ojek online mobil. Kalau bertiga biasanya harus pesan mobil online, tapi dengan bajaj jadi lebih terjangkau banget,” jelasnya kepada Indoraya.news, Minggu (28/9/2025).

Meski demikian, Lu’luil menilai dari sisi kenyamanan bajaj masih kurang, terutama saat berpapasan dengan bus Trans Semarang yang kerap mengeluarkan asap knalpot pekat.

“Kalau soal kenyamanan memang kurang, apalagi kalau ada ‘cumi-cumi darat’ (Trans Semarang) melintas, polusinya terasa sekali bagi penumpang. Bajaj lebih cocok dipakai untuk jalan-jalan wisata,” ungkapnya.

TAGGED:Bajaj Maxride SemarangBerita Semarang TerbaruBerita Semarang TerkiniOrganisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026
  • Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Pasar Kobong Semarang Dirobohkan Satpol PP Senin, 12 Jan 2026
  • PSI Semarang Panaskan Mesin Pemilu 2029, Targetkan 15 Kursi DPRD Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Semarang

Puluhan Anak Lintas Agama di Semarang Belajar Nilai Keberagaman Lewat Sapta Darma

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

1.013 RTLH di Semarang Direnovasi pada 2025, Alokasi Tahun Ini Berkurang

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

Nelayan Semarang Tak Bisa Melaut Gegara Cuaca Ekstrem, Pemkot Beri Bantuan

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

Peron Band Post Punk Asal Semarang Rilis ‘EP Singkap’, Ekspresi Kegelisahan Pekerja Urban

Jumat, 09 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?