INDORAYA – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mengantisipasi potensi peredaran narkotika menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026 dengan menerjunkan anggota kepolisian berpakaian preman di sejumlah titik rawan, termasuk tempat hiburan malam dan pusat keramaian, Rabu (31/12/2025).
Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Anwar Nasir menegaskan, pihaknya tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika meskipun masyarakat tengah merayakan malam tahun baru. Pengawasan dilakukan menggunakan pola khusus yang menyesuaikan karakteristik situasi di lapangan.
“Kita ada pengawasan khusus. Tetapi tidak pakai pakaian dinas, tapi preman,” kata Kombes Pol Anwar saat ditemui Indoraya.News seusai gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu.
Ia menyebut bahwa pengawasan difokuskan pada lokasi-lokasi yang dinilai rawan, meski tidak merinci secara detail titik yang menjadi sasaran.
“Tempat yang tentunya rawan. [Hiburan malam?] Iya, salah satunya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa sebanyak 27.971 personel disiagakan dalam Operasi Lilin Candi 2025 untuk mengamankan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menurut Artanto, pola pengamanan difokuskan pada pelayanan, keselamatan dan ketertiban publik, terutama di lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Prinsipnya untuk titik rawan kriminalitas itu adalah di tempat masyarakat berkumpul. Itu nanti juga menjadi fokus kita. Misalnya lokasi wisata maupun kegiatan perayaan Natal, dan malam tahun baru,” ujar Artanto.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi kejahatan, Polda Jateng mengerahkan 22.517 personel Polri, 1.235 personel TNI, serta 4.219 personel dari instansi pendukung yang disebar di 35 kabupaten/kota.
“Keramaian itu pasti ada hal-hal yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi. Rawan copet itu tentunya juga bisa,” tandasnya.


