Ad imageAd image

Omicron Meluas, Bupati Kudus Tak Ingin Kecolongan

Sigit H
By Sigit H 190 Views
3 Min Read
Bupati Kudus Hartopo, didampingi Pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Kudus, dokter Andini Aridewi, meninjau ruang Isolasi RSUD dokter Loekmono Hadi. (Foto : Pemkab Kudus)

INDORAYA – Sebagai salah satu rumah sakit rujukan lini pertama Covid-19, RSUD dr Loekmono Hadi, diminta siaga untuk penanganan Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kudus Hartopo didampingi Pelaksana harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Kudus, dokter Andini Aridewi, belum lama ini ketika meninjau ruang Isolasi RSUD tersebut.

Bupati menilai ruang isolasi rumah sakit tersebut telah siap menghadapi Covid-19 varian Omicron. Tercatat ada 10 ruang ICU khusus Covid-19, yang disiagakan. Jika membutuhkan lebih, maka RSUD juga telah menyiapkan 6 ruangan tambahan.

Ruang perawatan sejumlah 51 ruang pun dapat dimaksimalkan menjadi ratusan. Berbagai alat kesehatan juga dalam keadaan layak pakai dan dapat digunakan sewaktu-waktu.

BACA JUGA:   Bupati Resmikan Gedung Serbaguna dan TPA Kenduren

Meskipun persiapan telah baik, Hartopo mengingatkan agar RSUD tetap merencanakan skenario terburuk agar penanganan optimal.

“Semua ruang isolasi baik perawatan maupun ICU dalam kondisi bagus. Jadi kalau ada pasien bisa langsung digunakan,” kata dia,k seperti dirilis Laman Pemkab Kudus.

Karantina Siap

Sementara itu, bangunan karantina terpusat di eks-Akbid Kudus, juga telah siap. Tempat karantina dapat menampung 96 orang, dengan fasilitas yang memadai. Ketersediaan oksigen juga dipastikan aman.

“Fasilitas ruang karantina bagus dan tabung oksigen juga tersedia banyak,” paparnya.

BACA JUGA:   Hadiri Halalbihalal 10 Pimpinan Parpol, Bendahara Gerindra Jateng: Meski Beda Warna Persaudaraan Harus Tetap Dijaga

Hartopo menuturkan tidak mau kecolongan seperti lonjakan Covid-19 varian Delta. Oleh karena itu, pihaknya terus memonitor penerapan protokol kesehatan dan kesiapan di rumah sakit.

Tes PCR masyarakat umum pun telah dilakukan sampai dengan 200 tes per hari. Namun, sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus positif Covid-19 Omicron.

“Ini merupakan kabar gembira bahwa belum ada kasus terdeteksi Omicron di Kudus. Kita juga pengennya landai terus. Tapi kita mengantisipasi dengan tes PCR setiap hari. Saat ini hanya ada 1 pasien yang statusnya suspect” ungkapnya.

BACA JUGA:   Peluang Ekonomi Kreatif, Heri Pudyatmoko Dorong Pelestarian Kebudayaan Tradisional Wonosobo

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya meminta agar hasil tes PCR diuapayakan diketahui lebih cepat. Sehingga meminimalisir penyebaran Covid-19. Terkait alat PCR milik Dinkes Kudus yang dapat mengetahui hasil hanya dalam 4 jam, sampai saat ini masih dalam assesment di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Adanya satu unit alat PCR tambahan tersebut diharapkan dapat mendeteksi lebih cepat.

“Alat PCR nya masih tahap assesment di provinsi. Nanti bisa mendeteksi Covid-19 lebih cepat,” kata dia. (IR)

Share this Article