INDORAYA – Ketenteraman warga RT 003 RW 002 Dusun Widoro, Desa Rejosari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terusik oleh ulah seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ).
Pria tersebut kerap menjadikan pekarangan rumah warga sebagai tempat beristirahat, bahkan meluapkan amarah saat diminta pergi. Pekarangan yang digunakan diketahui milik salah satu warga lanjut usia (lansia) bernama Sumarni.
Sumarni menuturkan, awalnya pria tersebut hanya singgah. Namun, lama-kelamaan ia datang membawa barang-barang pribadi seperti pakaian, celana, hingga tikar yang digelar di sudut pekarangan. Kondisi itu membuat halaman rumah yang sebelumnya bersih berubah menjadi tempat tinggal sementara tanpa izin.
“Sudah lebih dari satu bulan di sini. Biasanya datang setiap malam, kadang sore juga sudah ada. Tapi kalau hujan, dia tidak ke sini. Kadang datang sambil membawa barang-barang, entah diambil dari mana,” kata Sumarni saat dikonfirmasi Indoraya.News, Selasa (13/1/2026).
Keberadaan pria tersebut membuat Sumarni merasa sangat terganggu dan terancam. Tak hanya dirinya, anak dan cucunya juga mengalami ketakutan serupa karena perilaku pria tersebut yang kerap berubah agresif.
Upaya penanganan secara mandiri sempat dilakukan. Pada akhir Desember 2025, Sumarni mengeluarkan seluruh barang milik pria tersebut dan menutup akses gang menuju pekarangannya. Namun, langkah itu tidak membuahkan hasil.
“Bangunan samping [terbuat dari kayu] dibobol, kadang melompat pakar juga biar tetap bisa masuk,” keluhnya.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika pria yang diduga ODGJ itu bereaksi agresif saat ditegur warga. Bukannya pergi, ia justru marah-marah dan menantang, membuat warga takut mengambil tindakan lebih jauh.
“Teriak-teriak, marah-marah, katanya bukan orang gila, bukan orang stres. Orang mau ngusir paksa juga takut, badannya kekar, masih tampak muda,” sambungnya.
Ketegangan memuncak saat penutupan akses gang berujung pada aksi kekerasan. Sumarni mengaku sempat dilempari batu hingga mengenai bagian pinggangnya.
Tak hanya itu, ia juga nyaris dipukul menggunakan batang kayu panjang. Beruntung, aksi tersebut dapat dihindari setelah Sumarni berlari dan meminta pertolongan warga sekitar.
“Segini [sekepal tangan orang dewasa] batunya, kena sini [pinggang kiri]. Dilempar pas masih bersih-bersih belakang rumah. Terus ambil kayu, untung enggak kena,” ucapnya.
Kini, Sumarni berharap pihak berwenang segera turun tangan, baik dari kepolisian, Dinas Sosial, maupun Satpol PP, agar situasi dapat ditangani secara serius dan tidak menimbulkan korban.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinas Sosial Jawa Tengah, Isriadi Widodo, mengaku akan segera menindaklanjuti laporan warga. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan pihak terkait di Kabupaten Kendal.
“Proses segera kita koordinasikan, biar Panti Ngudi Rahayu dan Dinsos Kendal yang punya wilayah [segera bergerak],” kata Isriadi.
Namun hingga berita ini diturunkan, warga menyebut belum ada penanganan konkret dari pihak berwenang seperti Satpol PP Kendal maupun Dinas Sosial Kendal, meski keluhan telah disampaikan. Kondisi tersebut membuat warga terus hidup dalam rasa waswas di lingkungan tempat tinggal mereka.


