Ad imageAd image

Nyambi Jadi Pengedar Pil Koplo, Office Boy di Demak Ditangkap Polisi

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 790 Views
2 Min Read
Satuan Reserse Narkoba Polres Demak menangkap seorang pramubakti atau office boy, AB (39) yang merupakan warga Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng). Office boy tersebut tersebut kedapatan nyambi mengedarkan ribuan pil koplo. (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Satuan Reserse Narkoba Polres Demak menangkap seorang pramubakti atau office boy, AB (39) yang merupakan warga Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng). Office boy tersebut tersebut kedapatan nyambi mengedarkan ribuan pil koplo.

Kasat Reserse Narkoba Polres Demak, AKP Tri Cipto, mengungkapkan kronologi penangkapan seorang office boy itu bermula adanya laporan warga mengenai peredaran pil koplo kepada pelanggannya yang masih dalam usia remaja.

Mendapati hal tersebut, petugas lantas melakukan interogasi awal dan melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan dan penelusuran, petugas mendapati barang bukti ribuan pil koplo yang belum sempat terjual. Menurut keterangan AB, ribuan pil koplo itu dijual di kalangan remaja dan pelajar.

“Tersangka mendapatkan pil koplo lewat online shop kemudian diedarkan di wilayah Kecamatan Karangawen,” kata Tri Cipto, dalam keteranganya kepada Indoraya, Jum’at (1/9/2023).

Dari tangan AB, polisi menyita 1.000 butir pil berwarna kuning, 500 tablet obat trihexypenidyl, dan 100 tablet tramadol HCL. Selain itu juga polisi juga mengamankan satu unit handphone yang digunakan tersangka untuk transaksi.

Dari hasil pemeriksaan, AB mengaku pelaku sudah menjalani bisnis jual beli obat terlarang ini sudah lama. Dalam menjalani bisnisnya, tersangka memperoleh obat terlarang itu dari lokapasar atau marketplace, untuk kemudian diperjual belikan kepada teman-temannya.

“Selain menjualnya, tersangka juga mengaku mengonsumsi obat-obatan terlarang itu. Ia beli di online shop kemudian dijual ke teman-teman nongkrong, remaja maupun pelajar. Tersangka membeli 100 butir pil koplo dengan harga Rp160 ribu. Kemudian ia (tersnagka) menjualnya dengan harga Rp30 ribu per 10 butir,” bebernya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 435 subsidair pasal 436 ayat (2) UU RI No. 17 tahun 2023 tentang kesehatan.

“Tersangka diancam hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara,” tutupnya.

Share this Article