INDORAYA– Perbaikan ruas jalan provinsi di Jalan Raya Panglima Sudirman Kabupaten Pati, dikeluhkan para pengendara yang melintas karena telah memakan tidak sedikit korban.
Salah satunya Serly Lutfi, warga Tlogowungu, Pati. Ia mengaku trauma melewati jalur tersebut, apalagi dirinya pernah menjadi korban kecelakaan akibat perbaikan jalan itu.
Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Semarang, kerap pulang ke kampung halamannya di Tlogowungu. Namun, pada 23 Agustus 2025 sekitar pukul 22.00 WIB, nasib sial menimpanya. Ia mengalami kecelakaan di ruas Jalan Raya Panglima Sudirman.
“Waktu itu saya berangkat dari Semarang menuju Pati. Saya menabrak barier yang agak ke tengah jalan. Ditambah lagi, tidak semua sepanjang jalur perbaikan itu dipasangi lampu penerangan. Ini sangat berbahaya,” tuturnya saat ditemui di Semarang, Senin (6/10/2025).
Menurut informasi yang diperoleh dari warga sekitar, sudah ada sedikitnya tiga kecelakaan di lokasi tersebut pada hari yang sama. Sejak awal proyek perbaikan, tercatat sekitar delapan kejadian serupa di titik yang sama.
“Saya disebut sebagai korban kedelapan, itu kata penjaga karaoke di dekat lokasi. Sebelumnya juga ada pengendara motor Cb yang meninggal dunia di tempat,” ungkap Serly.
Akibat kecelakaan itu, motor yang dikendarai Serly mengalami kerusakan cukup parah. Mulai dari gas yang putus hingga spion pecah. Ia pun harus menanggung luka serius berupa patah tulang selangka kanan.
“Motor saya rusak, gas putus, spion pecah. Saya juga patah tulang selangka bagian kanan,” tuturnya.
Saat ditanya apakah saat kejadian sudah ada penerangan di lokasi, Serly menyebut lampu baru dipasang setelah adanya korban jiwa. Namun, jumlahnya terbatas dan tidak mencakup seluruh ruas perbaikan.
“Awalnya sama sekali tidak ada lampu neon. Setelah ada pengendara yang meninggal dunia baru dipasang, tapi hanya di beberapa titik. Sekarang pun belum merata. Ini kan bahaya,” katanya.
Serly menilai, seharusnya sepanjang jalur perbaikan jalan provinsi itu dipasangi lampu LED agar pengendara bisa melihat kondisi jalan dengan jelas. Apalagi jalur tersebut merupakan akses utama yang dilalui berbagai jenis kendaraan.
“Belum lagi kalau bersamaan dengan truk tronton dan bus patas yang sering ugal-ugalan,” imbuhnya.
Dia berharap pemerintah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU BMCK) Jawa Tengah, untuk segera turun tangan menangani persoalan tersebut.
Menurutnya, pemasangan lampu dan penataan barier yang benar harus segera dilakukan agar kecelakaan serupa tidak kembali terulang.
“Yang paling berbahaya itu di sekitar jembatan. Bariernya menjorok ke tengah, bikin pengendara kaget dan bisa celaka. Dinas terkait harus turun tangan segera,” kata Serly.
“Pemerintah juga semestinya bertanggung jawab atas korban kecelakaan akibat proyek perbaikan ini, baik yang luka-luka maupun meninggal dunia, karena ini murni akibat kelalaian di lapangan,” imbuhnya.
Sementara, Kepala DPU BMCK Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengakui bahwa saat perbaikan jalan berlangsung, penerangan memang belum tersedia.
Karena itu, ia meminta penyedia jasa bersama instansi terkait segera memasang lampu strip dan melengkapi lokasi dengan rambu penunjuk jalan.
Ia menambahkan, lampu penerangan jalan umum (PJU) yang sudah ada juga harus segera difungsikan. Namun, untuk pengaktifan diperlukan surat resmi kepada Dishub Pati sebagai permohonan penyambungan aliran listrik sekaligus pengaturan pembayaran tagihan.
“Selain itu, penyedia jasa diwajibkan melengkapi lokasi pekerjaan dengan perlengkapan keselamatan, seperti traffic cone dan median water barrier. Jika terkendala, mereka bisa mengajukan peminjaman perlengkapan ke Dinas Perhubungan Jateng,” kata dia.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya patroli rutin di area pekerjaan. Menurutnya, pengecekan berkala perlu diperlukan untuk memastikan rambu lalu lintas dan sarana keselamatan jalan tetap terpasang serta berfungsi optimal.
“Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas. Pembangunan bukan hanya soal hasil akhir berupa jalan mulus, tetapi juga menjamin keamanan masyarakat selama proses berlangsung,” tegas Hanung.
Terkait kecelakaan yang terjadi di Jalan Panglima Sudirman Pati, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman.
“Informasi soal kecelakaan, termasuk dugaan akibat minimnya penerangan, masih kami dalami. Kami tidak ingin peristiwa serupa terulang, karena itu langkah antisipasi harus segera dilakukan,” pungkasnya.


