Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Nawal Arafah Yasin Gerakkan Kader PKK Jateng, Perangi Kekesaran terhadap Perempuan dan Anak
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Nawal Arafah Yasin Gerakkan Kader PKK Jateng, Perangi Kekesaran terhadap Perempuan dan Anak

By Athok Mahfud
Rabu, 22 Okt 2025
Share
3 Min Read
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, pada kegiatan Peningkatan Kapasitas TP PKK Kabupaten Rembang, di Harris Hotel Sentraland Semarang, Selasa (21/10/2025). (Foto: Diskominfo Jateng)
SHARE

INDORAYA – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin, menggerakkan kader PKK se-Jateng, untuk memerangi maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Saat ini, kader PKK di Jateng sudah dilatih menjadi paralegal, sehingga memiliki kapasitas untuk mendampingi dan menangani berbagai kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal itu disampaikan Nawal pada acara Peningkatan Kapasitas TP PKK Kabupaten Rembang, di Harris Hotel Sentraland Semarang, Selasa (21/10/2025). Turut hadir dalam kegiatan ini, Bupati Rembang Harno, dan Ketua TP PKK Rembang Musringah Harno.

“Pelatihan paralegal ini dalam rangka menjawab situasi yang ada, sehingga kemudian kader PKK kita latih untuk bisa beradvokasi untuk dia menjadi pengacara kecil, untuk dia bisa mendampingi perempuan dan anak yang terkena kekerasan,” ungkapnya.

Nawal memaparkan, kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah pada 2023 sebanyak 935 kasus. Angka itu meningkat menjadi 1.019 kasus pada 2024.

Sementara data kekerasan terhadap anak di Jawa Tengah tercatat sebanyak 1.327 kasus pada 2023, kemudian naik menjadi 1.349 kasus pada 2024.

Istri Wakil Gubernur Jateng ini menekankan, tugas kader PKK saat ini bukan hanya memberikan edukasi dan pencegahan. Tetapi juga mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan.

Pasalnya para kader sudah dibekali pengetahuan tentang keparalegalan. Ketika menemukan kasus, bisa langsung mendampingi korban dengan memberikan akses ke bantuan hukum, serta layanan konseling maupun medis.

“Yang kena KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), nanti yang sudah dilatih paralegal, dia sudah memiliki kapasitas untuk dia bisa membawa korban, misalnya ke bantuan hukum, ke bantuan medis,” beber Nawal.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya memiliki cita-cita, kader PKK yang sudah dilatih paralegal itu membentuk pos bantuan hukum, untuk memberikan layanan di setiap desa/ kelurahan di Jawa Tengah.

“Saya memiliki cita-cita, dari pelatihan paralegal ini kemudian akan dibentuk pos bantuan hukum di setiap desa-desa, dan itu diisi oleh kader PKK yang ada,” ucap Nawal.

Hal itu juga untuk menindaklanjuti kerja sama yang sudah terjalin antara Pemprov Jateng dengan Kanwil Kementerian Hukum Jateng. Salah satu poinnya, pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di seluruh desa/ kelurahan.

Selain itu, Posbakum juga dapat memperkuat program Kecamatan Berdaya. Salah satu komponen penting dalam program yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin ini ialah, adanya Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA).

“Ibu-ibu yang sudah dilatih paralegal ini nanti bisa menguatkan sesama teman, jangan sampai lagi ada korban-korban (kekerasan terhadap perempuan dan anak),” tegas Nawal.

TAGGED:Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak JatengKekerasan Perempuan dan Anak JatengKetua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 08 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi

Minggu, 08 Feb 2026
Jateng

Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan

Minggu, 08 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro

Minggu, 08 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?