INDORAYA – Seorang narapidana dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Demak, Jawa Tengah, bernama Muhammad Alfian, membuat geger RSUD Sunan Kalijaga Demak pada Senin (13/10/2025).
Narapidana yang tengah dirawat karena menderita penyakit tuberkulosis (TBC) itu dilaporkan melarikan diri dari ruang isolasi di lantai dua rumah sakit tersebut.
Menurut dugaan awal, Alfian berhasil kabur dengan cara menjebol exhaust fan atau kipas pembuangan udara yang terpasang di dinding ruang isolasi.
Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya tahanan yang melarikan diri saat menjalani perawatan medis.
“Iya itu tahanan rutan. Kasusnya penganiayaan, kita masih melakukan pengejaran terhadap napi tersebut,” kata Iptu Anggah saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/10/2025).
Anggah menambahkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Senin (13/10) dan hingga kini petugas masih berusaha mengejar pelaku pelarian.
Berdasarkan laporan di lapangan, Alfian diketahui menumpang mobil ke arah timur (Kudus–Pati) setelah kabur.
“Iya kami diminta ikut mencari, kita sudah telusuri tapi belum tertangkap. Terakhir itu dia menumpang mobil arah ke timur,” ungkapnya.
Adapun ciri-ciri Alfian adalah pria bertubuh ramping dengan tinggi sekitar 170 sentimeter, berat badan 54 kilogram, berkulit sawo matang, dan berambut ikal hitam. Ia juga memiliki sejumlah tato mencolok di tubuhnya, mulai dari dada bertuliskan “Syanta”, hingga di lengan, pergelangan, punggung tangan kiri, dan betis kanan bagian luar.
Sementara itu, Kusmanto, selaku Humas RSUD Sunan Kalijaga, menjelaskan bahwa kejadian kaburnya napi tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.
“Dia kabur dengan menjebol exhaust. Dari CCTV kaburnya ke arah samping IGD, kemudian langsung ke jalan raya,” kata Kusmanto.
Menurut Kusmanto, Alfian mulai menjalani perawatan di rumah sakit sejak Jumat (10/10/2025). Karena mengidap penyakit menular, ia ditempatkan di ruang isolasi dan tidak diborgol selama menjalani perawatan. Petugas rutan menjaga di luar ruangan untuk mengawasi pergerakannya.
“Kondisinya batuk, sesak, lemas. Kemudian dari IGD didiagnosa ada penyakit TBC. Oleh sebab itu oleh dokter jaga dimasukkan ke ruangan isolasi,” ungkap Kusmanto.
Ia menduga bahwa Alfian memanfaatkan waktu pergantian jaga perawat untuk melarikan diri.
“Dugaan lari waktu operan masih terlihat di CCTV, terus setelah perawat mengecek pasien yang lain, 08.30 WIB ternyata tidak ada orang. Waktunya Alfian kabur cepet banget, seperempat jam sampai setengah jam saja,” kata Kusmanto.


