Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Nama RM Bambang Soeprapto Dijadikan Monumen, Tokoh Sejarah Pertempuran 5 Hari Semarang
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Nama RM Bambang Soeprapto Dijadikan Monumen, Tokoh Sejarah Pertempuran 5 Hari Semarang

By Athok Mahfud
Jumat, 09 Jan 2026
Share
4 Min Read
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meresmikan taman dan monumen pejuang kemerdekaan yang menjadi tokoh sejarah Pertempuran Lima Hari Semarang, Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto, di wilayah Gajahmungkur, Jumat (9/1/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

INDORAYA — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meresmikan taman dan monumen pejuang kemerdekaan yang menjadi tokoh sejarah Pertempuran Lima Hari Semarang, Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto, di wilayah Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat, (9/1/2026).

Monumen atau patung RM Bambang Soeprapto setinggi sekitar 10 meter dibuat oleh pematung Heru Joning Siswanto. Monumen ini berdiri di tengah taman dengan luas 70×24 meter yang didesain oleh Seno Aditya dan M Danar Sasmito.

Pembuatan monumen dan taman tersebut menggunakan dana pribadi dari keluarga ahli waris. Pengelolaan dan perawatan Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto akan dilakukan oleh Pemkot Semarang.

Di taman tersebut, juga terdapat sejumlah titik yang menjelaskan sejarah perjuangan RM Bambang Soeprapto. Mulai pada masa merebut kemerdekaan sampai masa mempertahankan kemerdekaan, termasuk sejarah Satuan Brimob.

Perwakilan keluarga keluarga ahli waris RM Bambang Soeprapto, Haryono Eddyarto mengatakan, monumen tersebut diharapkan menjadi inspirasi generasi muda Semarang dan Jawa Tengah dalam menghadapi setiap tantangan masa depan.

“Bagi keluarga, hari ini momen penting untuk mengenang sekaligus menghormati jasa pejuang, ayah, suami, dan kepala rumah tangga yang telah mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan bangsa,” ujar Haryono.

Ia mengatakan, pembuatan monumen dan taman tersebut bukan untuk mengkhususkan sang pejuang, melainkan sebagai sarana pembelajaran sejarah dan inspirasi bagi generasi muda. Di mana Indonesia membutuhkan generasi yang berbudaya, berkarakter kuat, cinta tanah air, dan siap menghadapi perubahan.

“Semoga taman dan monumen ini menjadi sumber inspirasi untuk berkarya dan berinovasi serta menjaga martabat bangsa Indonesia ke depan. Peresmian taman dan monumen memberikan makna penting tidak hanya bagi keluarga tapi juga masyarakat Semarang, Jawa Tengah, dan Indonesia. Semoga tempat ini menjadi ruang publik yang hidup untuk mengenang sejarah, semangat persatuan, dan nasionalisme,” katanya dengan suara bergetar.

Monumen RM Bambang Soeprapto di wilayah Gajahmungkur, Jumat (9/1/2026)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjelaskan, inisiatif pembuatan taman dan monumen tersebut berasal dari keluarga ahli waris yang menemuinya saat masih menjabat sebagai Kapolda Jateng.

Setelah itu oleh Komandan Satuan Brimob berkoordinasi dengan Pemkot Semarang untuk dicarikan tempat sehingga dapat di Taman Gajahmungkur. Proses pembuatan memakan waktu sampai 1 tahun hingga akhirnya diresmikan.

“Hari ini masyarakat Jawa Tengah dan Kota Semarang merasa bangga, bahwa kita punya monumen yang harus kita uri-uri (lestarikan). Tentunya kami sangat men-support keberadaan monumen ini” kata Luthfi.

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengenang sosok RM Bambang Soeprapto sebagai pejuang yang sangat gigih dan pantang menyerah dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.

Sosok tersebut merupakan komisaris polisi II dan ketua polisi istimewa yang menjadi cikal bakal mobile brigade (Mobrig atau Brimob saat ini). RM Bambang Soeprapto juga ikut dalam memimpin pertempuran lima hari di Semarang.

“Monumen ini bisa menjadi pengingat bagi generasi muda, di sini merupakan tetenger atau penanda bahwa dulu pernah terjadi pertempuran lima hari Semarang yang salah satunya dimotori oleh putra terbaik Jawa Tengah dan Semarang, yaitu RM Bambang Suprapto,” jelasnya.

Lebih lanjut, Luthfi juga terus mengupayakan agar RM Bambang Soeprapto bisa mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun ini. Sebelumnya, sudah tiga kali Pemprov Jateng sudah mengajukan nama RM Bambang Soeprapto sebagai pahlawan nasional. Namun, belum terkabulkan.

“Kita akan terus berjuang agar tahun 2026 RM Bambang Soeprapto mendapatkan gelar pahlawan nasional,” ujarnya. (*)

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?