Ad imageAd image

Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Digunakan Untuk Alat Politik

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 100 Views
3 Min Read
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (dok. www.nu.or.id)
INDORAYA – Untuk menggaet massa sebanyak-banyaknya, beberapa tokoh yang mencalonkan diri dalam Pilkada atau Pilpres biasanya akan menggaet ormas islam. Tak terkecuali Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki pengikut cukup dominan di Indonesia.
Maka dari itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, meminta kepada siapapun untuk tidak menggunakan NU sebagai alat politik.

“Cuma, saya ingin sampaikan di sini bahwa kita tidak mau, kita mohon jangan pakai politik identitas, terutama identitas agama, termasuk identitas NU. Tidak boleh mengeksploitasi identitas NU untuk politik, tidak. NU ini untuk selalu bangsa,” kata Gus Yahya, Senin (23/5/2022).

Gus Yahya menegaskan larangan itu tidak hanya berlaku bagi PKB tapi seluruh partai. Dia beralasan pemanfaatan NU sebagai alat kompetisi politik tidak sehat.

“Semuanya, untuk semua partai, jadi NU itu ndak boleh digunakan sebagai senjata untuk kompetisi politik. Karena kalau kita biarkan terus-terus begini ini tidak sehat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya juga tidak mau ambil pusing dengan klaim Cak Imin yang mengaku akan didukung orang-orang nahdiyin di 2024. “Ya itu kan tinggal nunggu buktinya aja, nanti kan kita lihat pemilu hasilnya bagaimana didukung siapa,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Gus Yahya juga menilai dirinya tidak pernah menjauhkan PBNU dari PKB. Menurutnya, yang terjadi adalah sebaliknya.

“Kita kan nggak ngapa-ngapain, kita kan nggak melakukan apa-apa ini, saya tidak memberikan pernyataan apapun yang katakanlah berisi negatif terhadap siapapun, apalagi PKB, ndak. Nah kalau ada yang mengatakan renggang ya mereka yang merenggangkan diri dari NU,” ujar Gus Yahya.

Sebelumnya, Senin (9/5), Cak Imin, mengatakan punya modal 13 juta pemilih loyal PKB untuk maju di Pilpres 2024.

“Planning PKB memang dengan konstituen yang sangat solid pasti fix kita punya modal suara 13 juta sangat loyal. Di survei semua lembaga survei pemilih PKB adalah loyal. Solid sekali. Sampai ke bawah,” kata Cak Imin.

Cak Imin kemudian menyebut omongan Yahya Staquf tidak berpengaruh terhadap loyalitas 13 juta suara PKB tersebut. Cak Imin menyebut PKB solid.

“Bahkan Yahya Cholil Ketua Umum PBNU ngomong apa aja terhadap PKB nggak ngaruh sama sekali, coba di survei, survei terakhir. Itu menunjukkan bahwa kesolidan ini modal dan saya lihat modal ini semakin besar kalau saya nyapres,” ujar Cak Imin.(FZ)

Share this Article