Ad imageAd image

Musim Kemarau, Distanbun Jateng Siapkan Antisipasi Dampak Kekeringan di Sektor Pertanian

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 858 Views
3 Min Read

INDORAYA – Memasuki awal musim kemarau pada bulan Mei 2024 ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan sejumlah antisipasi terhadap potensi dan dampak kekeringan di sektor pertanian.

Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Distanbun Jateng, Francisca Herawati mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan sarana dan prasana untuk menyuplai kebutuhan air untuk pengairan tanaman padi milik petani.

“Antisipasinya dengan menyediakan sarana dan prasarana, pompa, sumur, terus juga pada saat kemarin banjir itu ada normalisasi sungai, itu nanti saluran sudah beres. Jadi untuk pompanisasi untuk pengaliran air dari sumber-sumber air untuk bisa memenuhi lahan jadi lebih lancar,” katanya saat dihubungi Indoraya.news, Jumat (24/5/2024).

BACA JUGA:   Dosen di Karanganyar Jateng Dikirimi Paket Isi Belasan Ular

Selain itu, pihaknya juga akan menerjunkan tim atau petugas di lapangan untuk rutin memantau kondisi sawah milik petani di Jawa Tengah. Jika ada laporan sawah yang terdampak kekeringan, maka akan diberikan bantuan suplai air.

“Kalau memang sudah ada bencana kekeringan ya diupayakan pompa yang ada di brigade alsintan (alat mesin pertanian), UPT (unit pelaksana teknis), ini juga menyiapkan untuk menyediakan pompa bila mana itu diperlukan,” ungkap Herawati.

Antisipasi lainnya, Distanbun Jateng akan mengupayakan perbaikan saluran irigasi untuk kabupaten/kota dengan menggunakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN.

BACA JUGA:   Realisasi Investasi Jateng Triwulan III Tembus Rp 41 Triliun, Belum Mencapai Target

“Kalau di kami menyediakan sarana prasarana karena kekerinan dampaknya terhadap hama maupun penyakit kan ada. Jadi kita mempersiapkan dari sisi penanggulangan, dari sisi hama, dan penyakitnya,” ucap dia.

Menurutnya, daerah yang rawan kekeringan ialah wilayah Pantura Jateng bagian timur, seperti Kabupaten Rembang, Pati, Blora, dan Grobogan. Bahkan pada bulan ini, 50 hektare sawah di Rembang dilaporkan gagal panen karena terdampak kekeringan.

“Kekeringan biasanya di Blora, Rembang, Pati, Grobogan, kalau daerah yang lainnya masih bisa diatasi,” beber Herawati.

BACA JUGA:   Waspada Covid-19 Muncul Lagi, Dinkes Jateng Temukan 17 Kasus Positif Corona

Lebih lanjut pihaknya mengimbau para petani untuk memanfaatkan sarana dan prasarana guna memenuhi kebutuhan suplai air. Selain itu, di musim kemarau ini petani juga disarankan menggunakan benih padi yang tahan kekeringan.

“Ini petani juga ada yang mulai berjaga-jaga, (menyiapkan) kacang hijau, jadi lahan yang sudah mendekati kering, padinya ada yang kekeringan, ini disebari kacang hijau atau tanaman jenis palawija,” tandasnya.

Share this Article