Ad imageAd image

Muncul Penolakan Program Imunisasi Polio di Jateng, Masalah Keyakinan Dianggap Jadi Alasan

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 803 Views
2 Min Read
Ilustrasi program imunisasi polio massal. (Foto: Halodoc)

INDORAYA – Bersamaan dengan adanya program Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) polio massal sejak 15 Januari 2024 lalu, muncul penolakan dari orang tua agar anaknya tidak ikut vaksinasi polio tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima, orang tua yang menolak vaksin polio bagi anaknya berada di Kabupaten Karangayar, Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Bahkan di Karangayar ada 700 keluarga yang menolak vaksinasi polio.

Subkoordinator Surveilan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Atin Suhesti menduga, penolakan ini terjadi karena faktor keyakinan atau doktrin. Padahal sosialisasi telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.

BACA JUGA:   DPRD Jateng Ingatkan Pemprov Kedaulatan Pangan Sulit Tercapai Jika Infrastruktur Tak Disiapkan

Bahkan Dinkes Jateng mengaku sudah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) terkait hukum vaksin polio. Namun masih ada orang tua yang menolak agar anaknya divaksin polio.

“Dan yang Karangayar itu sebenarnya sudah lama. Kita juga sebenarnya sudah ada pertemuan bersama MUI dan Kemenag dan tokoh agama bahwasanya mengedukasi masyarakat jika sebenarnya vaksin itu tidak haram. Namun tetap saja muncul penolakan,” katanya saat dihubungi, Kamis (18/1/2024).

Meski begitu dia mengklaim gelombang penolakan imunisasi polio itu masih kecil. Dia juga mengklaim penolakan hanya terjadi di tiga daerah tersebut karena ada aliran yang mengharamkan vaksin polio.

BACA JUGA:   Cabuli 12 Siswa, Kepsek dan Guru di Madrasah Ibtidaiyah Wonogiri Ditangkap

“Khusus Karanganyar yang banyak itu memang sudah lama. Bahkan sudah pernah di surve MUI dan Kemenang, diajak ke Bioparma (produksi vaksin). Tapi enggak tahu kenapa, sepertinya keyakinan. Dan kita sudah berupaya semaksimal mungkin. Namun karena keyakinan keliru, persepsi sendiri mengira haram,” beber Atin.

Menurutnya, gelombang penolakan ini bisa mempengaruhi capaian imunisasi sub pin polio secara serentak di Jateng pada putaran pertama minggu ini. Namun ia tetap berusaha agar capaian sasaran 3,9 juta anak yang tersebar di 35 kabupaten/kota bisa tetap tercapai secara maksimal.

BACA JUGA:   Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, Pemkot Magelang Bakal Gelar Pasar Raya

“Kita akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengedukasi. Kita gandeng sekala sektor, PKK, Fatayat, lingkungan gereja, Walubi dan lainnya,” pungkas Atin.

Share this Article
Leave a comment